twitter  
Profil  

Rabu, 24 Februari 2021 | 10:27 wib
Marietta Stefani, Perwakilan Indonesia Di Asia Young Designer Award 2020/21
 

Asia Young Designer Award yang kali ini digelar kembali untuk perioe 2020/2021 merupakan kompetisi desain bergengsi tingkat Asia dan tahun ini memilih tema Human-Centred Design. Yang menarik, tahun ini ada nama Marietta Stefani, mahasiswi Indonesia dari Universitas Petra Surabaya prodi Arsitektur angkatan 2016 yang berhasil meraih Gold Winner dan mewakili Indonesia di tingkat Asia kategori Arsitektur. 

Bagaimana kisah rancangannya? 

Ide rancangannya berawal saat Marietta mengunjungi galeri seni dan terdapat aturan tertulis “dilarang menyentuh”. Lalu munculah pemikiran dalam benaknya. “Bagaimana jika kita tidak dapat melihat? Bagaimana dengan tuna netra? Mereka kan hanya bisa merasakan sesuatu dengan cara menyentuh.”, ungkap Marietta. 

Dari sinilah kemudian gadis yang kini kerja di biro Arsitek itu membuat karya bertajuk Non-Visual Art Gallery. Sebuah galeri seni yang memberikan kesempatan baru khususnya bagi tunanetra untuk dapat menikmati karya seni menggunakan pengalaman multisensori, yaitu telinga, hidung, dan perabaan. Agar memungkinkan adanya pengalaman yang setara antara tunanetra dan awas (normal).

Dalam desain rancangan ini akan memberikan pengalaman baru yang berbeda dengan galeri pada umumnya, dimana disini galeri di desain menggunakan bidang-bidang yang disusun ber layer menyerupai labirin sebagai pengarah bagi tunanetra. Meredupkan elemen arsitektur yang memanjakan mata, untuk memperkuat stimuli indera lainnya. Diharapkan desain ini dapat memicu para seniman untuk menciptakan karya seni yang inklusif. Sehingga karya seni yang ada dibangunan ini dapat memberikan pengalaman multisensori. 

“Misalnya ada lukisan atau patung menggambarkan hutan. Lukisan bisa dibuat timbull dan ditambah bau-bauan hutan agar semakin memperjelas lukisan itu. Sehingga lukisan ini menjelaskan tekstur, bau-bauan bahkan bunyi-bunyian,”rinci Marietta.  

Untuk mendukung konsep non-visual, bangunan sengaja tidak menggunakan lampu untuk menerangi karya seni. Namun memaksimalkan pencahayaan alami undirect sunlight melalui skylight dan dinding yang disusun ber-layer yang sekaligus membantu tunanetra dalam berorientasi.

Marietta melakukan pendekatan pendekatan perilaku senses as perceptual system dimana indera manusia memberikan peran penting dalam membentuk persepsi ruang dan pendalaman karakter pada ruang-ruangnya.

Rancangannya unik, maka tidak heran jika dia akan mewakili Indonesia di tingkat Asia untuk kategori Arsitektur. Marietta akan bertanding dengan 15 negara di Asia, yaitu Bangladesh, Cina, Filipina, Hong Kong, India, Indonesia, Iran, Jepang, Malaysia, Pakistan, Singapura, Sri Lanka, Taiwan, Thailand, dan Vietnam.

Naskah dan Dokumentasi : Humas UK Petra 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.