twitter  
Profil  

Jumat, 05 Februari 2021 | 10:51 wib
Anak Berbahasa Bilingual? Why Not Teman She
 

Mengutip CNBC, penelitian menunjukkan bahwa anak-anak bilingual yang terus-menerus beralih di antara dua bahasa di otak mereka akan meningkatkan cognitive flexibility yang mereka punya, yakni kemampuan untuk beralih antara berpikir tentang berbagai konsep atau beberapa konsep sekaligus, dan selective attention abilities, yakni proses mental pemfokusan pada satu tugas atau objek pada satu waktu.

Dean D'Souza, penulis studi dan dosen psikologi di Universitas Anglia Ruskin mengatakan, “Anak bilingual beradaptasi dengan lingkungan bahasa mereka yang lebih kompleks dengan mengambil sampel lebih banyak dari lingkungan visual mereka dan menempatkan lebih banyak bobot pada informasi baru.” 

Anak bilingual perlu diajari secara berkala, tapi bagaimana jika kita tidak bisa bahasa lain selain bahasa Ibu? 

Mengutip NY Times, Erika Hoff, psikolog perkembangan yang merupakan profesor di Florida Atlantic University dan penulis utama artikel ulasan 2015 tentang perkembangan bilingual, mengatakan untuk semua orang yang mencoba membesarkan anak bilingual, apa pun latar belakang dan alasan, sangat penting menyadari bahwa menguasai bahasa membutuhkan keterpaparan besar-besaran terhadap bahasa itu.

Dokter anak menyarankan orang tua untuk berbicara sebanyak mungkin dengan anak secara rutin dimana sebagian dari intinya adalah meningkatkan eksposur bahasa , sekalipun hanya dengan satu bahasa. Kalau misal teman She tidak bisa berbahasa Inggris maka kita dapat membacakan buku dan bernyanyi serta bercerita dan berbicara dengan anak dalam bahasa Inggris yang teman She cukup pahami, sehingga anak-anak mendapatkan paparan bahasa yang kaya dan kompleks, bersama dengan konten dan informasi yang canggih. Atau intinya kita dapat mencoba semua jenis strategi untuk mengajari anak dengan dua bahasa yang berbeda. 

Ketika anak-anak belajar bahasa kedua di usia muda antara 0 sampai 3 tahun, otak mereka lebih mudah untuk mencerna dan mempelajari. Sangatlah penting bahwa manfaat mental memulai bahasa baru sejak dini tampaknya bertahan bahkan saat anak-anak tumbuh menjadi dewasa.

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.