twitter  
Profil  

Senin, 07 Juni 2021 | 13:18 wib
Penggunaan Dot yang Tepat Untuk Menggantikan Proses Menyusui
 

Karena ada kondisi tertentu yang menyulitkan ibu menyusui secara langsung, maka seorang ibu terpaksa memanfaatkan dot untuk memberikan ASI pada bayinya namun tentu dengan penggunaan dot yang tepat. Menurut dokter spesialis gigi anak konsultan dari Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (UNPAD), Eriska Riyanti, dengan memilih dot yang tepat bisa menyesuaikan dengan kemampuan menghisap bayi.

Dot yang ibu pilih sebaiknya dirancang secara fisiologis untuk memfasilitasi pergerakan lidah ke depan dan ke atas pada daerah permukaan datar dot. Dengan begitu, aliran air susu tidak akan otomatis mengalir ke tenggorokan bila tidak terjadi gerakan mengisap karena adanya aktivitas otot-otot lidah, pipi, dan bibir. Mekanisme tersebut tidak menimbulkan bayi tersedak. Dr Eriska mengatakan dot dari sisi fungsi dan mekanisme harus memenuhi sejumlah syarat, salah satunya bisa menyerupai menghisap dari puting ibu. Penggunaan dot yang tepat juga bisa berpengaruh pada kontrol otonom dan kardiovaskuler. Artinya, saat anak menghisap ritme jantung harus terjaga, kemudian perlu berefek menenangkan anak sehingga tidak merasa gelisah kalau tidak mendapatkan ASI langsung dari payudara ibu.

Hasil penelitian dari Departemen Kedokteran Gigi Anak, Fakultas Kedokteran Gigi Universitas Padjadjaran (UNPAD) tahun 2020 menunjukkan, risiko atau masalah yang kerap timbul akibat penggunaan dot, baik jangka pendek maupun jangka panjang dapat dicegah dengan dot yang dikembangkan sesuai prinsip fisiologis yang mendukung ritmik isap yaitu dot orthodontic.

"Bila dot yang digunakan tidak menyesuaikan keadaan anatomi puting ibu dan kemampuan menghisap lidah maka posisi dot berada pada posisi utuh, sehingga keadaan kedap dalam rongga mulut tidak tercapai, menyebabkan gangguan pertumbuhan dan perkembangan rahang serta rongga mulut anak," kata dr Eriska. 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.