twitter  
Profil  

Senin, 19 Juli 2021 | 11:57 wib
Vitamin-vitamin untuk Anak Selama Isolasi Mandiri
 

Tidak ada ruginya teman She kita rajin update perkembangan kondisi penyebaran Covid19 baik skala internasional hingga yang terdekat dengan kita, termasuk fakta dimana Covid19 juga mengintai anak-anak kita. Tentu tidak ada yang ingin anak-anak terpapar, namun dirasa perlu juga kita mengetahui apa saja yang dipersiapkan atau diperlukan anak ketika isolasi mandiri. 

Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Infeksi dan Penyakit Tropis sekaligus anggota Satgas COVID-19 Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Anggraini Alam mengatakan, selama isoman, orang tua tua cukup memberikan asupan vitamin yang dibutuhkan seperti vitamin C, vitamin D, dan mineral seperti zinc yang sebenarnya suplemen itu bisa didapat anak dari makanannya. 

Untuk vitamin D, bisa didapatkan melalui protein seperti telur, ikan, dan keju. Untuk vitamin C ada di sayur-sayuranan dan buah-buahan. Sementara zinc juga ada di makanan kita (contoh: produk hewani dan kacang-kacangan). Vitamin D juga bisa didapatkan ketika berjemur di bawah sinar matahari. 

Jika ada gejala, orang tua bisa memberikan obat pelengkap. Misalnya, jika ada gejala demam, orang tua bisa memberikan obat penurun demam, pun dengan gejala batuk dan pilek juga bisa diberikan obat yang sesuai.

Selain suplemen vitamin dan obat-obatan, memonitor perkembangan anak juga tidak kalah penting saat menjalankan isoman bersama. Orang tua perlu memiliki termometer untuk mengukur suhu dan oximeter untuk mengukur saturasi oksigen anak secara rutin, terutama di minggu awal positif COVID-19.

Selain itu, buat komunikasi yang baik dengan dokter terkait, dan terapkan kebersihan dan 5M kepada anak. Jika tidak ada gejala sistemik, mandi yang bersih, cuci hidung dan mulut, itu bagian yang bisa memperbaiki secara keseluruhan kebersihan anak. Tidak lupa, orang tua juga harus menjadi teman untuk anak. 

Persentase gejala ringan dan berat pada anak yang positif Covid-19 adalah 80:20, sehingga diharapkan dengan penanganan yang tepat, anak bisa lekas pulih dari virus ini. Selain rajin berkonsultasi dengan dokter anak, orang tua juga diimbau untuk memonitor kesehatan anak dengan panduan dan diari isoman dari IDAI yang bisa diakses dan diunduh di laman web resminya.

Diberitakan VOA Indonesia, dalam konferensi pers perhimpunan lima profesi dokter Indonesia pada 18 Juni 2021, Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengatakan, di tengah lonjakan kasus baru harian Covid-19, terjadi pula peningkatan tajam penularan dan bahkan kematian pada anak-anak. Ketua Umum IDAI Prof. Dr. dr. Aman Bhakti Pulungan mengatakan, data nasional menunjukkan konfirmasi Covid-19 pada anak berusia 0-18 tahun mencapai 12,5 persen.





Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.