twitter  
Profil  

Kamis, 15 Juli 2021 | 11:09 wib
Manfaat Ajaib Menari untuk Gejala Parkinson
 

Penelitian dari York University Kanada baru-baru ini (sumber dari medicalnewstoday) Selasa (13/7) menyelidiki bagaimana menari dengan iringan musik dapat memengaruhi berbagai gejala penyakit Parkinson. Studi yang telah dipublikasikan di Brain Sciences menunjukkan bahwa menari dengan musik dapat menghentikan perkembangan gejala fisik dan psikologis Parkinson. Mereka melakukan penelitian untuk melihat bagaimana latihan tari mingguan mempengaruhi gejala motorik dan nonmotorik penderita Parkinson dalam jangka panjang. 

Para ilmuwan merekrut 16 orang dengan usia rata-rata 69 tahun di Toronto, Ontario, yang memiliki kasus Parkinson ringan, dimana peserta menghadiri kelas dansa mingguan yang berlangsung masing-masing 1,25 jam selama 3 tahun antara 2014 dan 2017.

Latihan tari termasuk gerakan aerobik dan anaerobik dari gaya tari yang berbeda, termasuk tari modern, balet, tap, serta folk. Latihan aerobik melibatkan gerakan yang meningkatkan detak jantung untuk waktu yang berkelanjutan, seperti berlari atau bersepeda. Sebaliknya, latihan anaerobik berfokus pada ledakan energi yang cepat dan intens dalam waktu singkat, contohnya termasuk melompat dan angkat beban berat. 

Selama masa studi, para ilmuwan menggunakan Unified Parkinson's Disease Rating Scale (UPDRS) untuk menilai gejala psikologis dan motorik peserta dan aspek kehidupan sehari-hari, termasuk berbicara, mengunyah, dan menelan. 

Peserta yang mengambil bagian dalam kelas dansa mingguan melihat peningkatan yang signifikan dalam berbicara, gemetar, keseimbangan, dan kekakuan. Para peneliti menambahkan bahwa sosialisasi, dukungan, dan dinamika kelompok selama kelas mungkin memiliki dampak positif pada faktor psikologis juga. Menurut Dr. Katherine Fletcher, Manajer Riset di Parkinson's UK, "Banyak orang dengan Parkinson memberi tahu kami bahwa olahraga dan aktivitas fisik sama pentingnya dengan pengobatan untuk mengelola gejalanya."

Parkinson sendiri teman She merupakan penyakit yang umumnya menyerang seseorang yang berusia 40 tahun ke atas. Namun, tidak menutup kemungkinan penyakit ini juga menyerang seseorang yang lebih muda. Penyakit Parkinson (PD) merupakan gangguan otak yang memengaruhi gerakan. Gejalanya biasanya mulai secara bertahap dan memburuk seiring waktu. Pada tahap awal, biasanya penderita mengalami gemetar, kaku, dan kesulitan berjalan, serta keseimbangan, dan koordinasi yang terganggu. Selanjutnya mereka mungkin juga mengalami masalah dengan bicara, memori, dan kelelahan. 
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.