twitter  
Profil  

Senin, 06 Juni 2022 | 12:07 wib
Cara Aman Sebelum Melakukan Operasi Bedah Plastik
 

Ada yang berbeda di masa Pandemi COVID-19 khususnya di industri kecantikan, yaitu banyaknya minat masyarakat melakukan tindakan operasi plastik. Seperti yang disampaikan dr. Bambang Wicaksono, Sp.BP-RE, dokter bedah plastik NMW Clinic Surabaya, saat talkshow 'Beauty and Plastic Surgery' yang digelar NMW Clinic Surabaya, Sabtu (4/6) malam.

"Di masa pandemi saat orang lebih banyak di rumah dan lebih sering berinteraksi dengan gawai, justru menjadi motivasi untuk melakukan operasi plastik. Dan tindakan operasi plastik yang paling banyak dilakukan di masa pandemi yaitu pada area hidung dan mata," kata Bambang.

dr. Bambang juga mengingatkan agar tidak sembarangan melakukan tindakan ini.

"Dari sisi fasilitas kesehatan, lihat kliniknya, itu klinik utama atau tempat dokter praktek. Kalau hanya dokter praktek tentunya tidak bisa atau tidak boleh melakukan tindakan apalagi tindakan operasi," tegas Bambang.

Selanjutnya, kata Bambang, dari segi sumber manusia artinya apakah dokter yang melakukan tindakan bedah plastik tergabung dalam asosiasi dokter bedah plastik ataukah tidak. Jika bukan dokter bedah plastik namun sudah melakukan tindakan operasi plastik maka akan berisiko tinggi, secara legalitas juga kurang. Demikian halnya dari sisi keilmuan yang pasti juga tidak ada. 

"Itu yang harus diperhatikan masyarakat karena sekarang ini makin marak klinik kecantikan yang bertebaran dimana-mana, kemudian makin maraknya tindakan (bedah plastik) yang bisa dilakukan dimana-mana. Masyarakat harus cerdas memilah," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Bambang juga menegaskan jika tindakan operasi aestetik hanya bisa dilakukan pada mereka yang sudah dewasa. Dalam hal ini sudah memiliki legalitas hukum berupa kartu tanda penduduk (KTP). Dan sudah tidak lagi dalam masa pertumbuhan.

(Yosan Ardian)