twitter  
Profil  

Rabu, 11 Mei 2022 | 11:26 wib
Waspadai 'Post-Holiday Blues' Pasca Liburan
 

Kalau libur telah usai, itu artinya, kita atau para pekerja pada umumnya harus kembali beraktivitas. Tapi, banyak yang mengaku tidak siap untuk kembali menghadapi padatnya pekerjaan pascaliburan atau biasa dinamakan post-holiday blues. Sindrome ini mengacu pada tekanan mental jangka pendek, kecemasan, dan kesedihan yang muncul setelah liburan. Para ilmuwan pun sebenarnya telah mempelajari efek liburan pada tiap individu.Dalam penelitian berjudul "The Christmas Effect on Psychopathology" yang dipublikasikan di National Library of Medicine, para ilmuwan melakukan pencarian literatur dari tahun 1980 hingga sekarang. Hasil penelitian menunjukkan adanya penurunan dalam pemanfaatan layanan psikiatri, perilaku melukai diri sendiri, dan upaya bunuh diri selama liburan. Namun, peningkatan akan hal tersebut terjadi setelah liburan.

Mengutip Very Well Mind, ini dia tanda-tanda seseorang yang mengalami post-holiday blues : 

- cemas
- tidak termotivasi
- suasana hati yang buruk
- mudah tersinggung
- stres
- depresi
- insomnia
- khawatir berlebih soal keuangan

Orang yang mengalami post-holiday blues biasanya mengalami emosi yang beragam, mulai dari merasakan kekosongan, kecewa, kesepian, stres, hingga merasa kehilangan, yang umumnya dikarenakan kelelahan saat perjalanan liburan dan harus kembali berpisah dari keluarga.

Lalu bagaimana cara mengatasinya post holiday blues? 

1. Olahraga
Olahraga tidak hanya memberikan manfaat untuk kesehatan fisik tapi juga untuk kesehatan mental.
Olahraga mampu mengurangi gejala kecemasan yang kerap muncul tiba-tiba. Hal ini terjadi karena kecemasan berhubungan dengan adrenalin dan kortisol yang membuat otot menegang. Olahraga mampu mengendurkan otot-otot tersebut serta mengalihkan perhatian dari hal-hal yang memicu kecemasan.

2. Terapi alam
Terapi alam atau yang juga disebut ekoterapi didasarkan pada konsep penggunaan alam untuk memulihkan kondisi psikologis. Sejumlah cara terapi berbasis alam bisa Anda lakukan dengan mudah, seperti berkebun, berjalan di atas tanah, atau bermain air di sungai.

3. Konsumsi makanan sehat

Perbanyak konsumsi ikan, biji-bijian, cokelat hitam, dan teh hijau untuk memerangi stres. Mengutip WebMd, orang yang mengonsumsi ikan bisa menurunkan risiko depresi sebesar 17 persen. Para peneliti menunjukkan bahwa ada kemungkinan asam lemak omega-3 pada ikan dapat mengubah struktur membran otak. Sementara itu, teh hijau mengandung asam amino atau L-theanine dapat membantu mengurangi stres dan meningkatkan mood.

4. Tidur cukup
Tidak hanya memengaruhi otak, tidur cukup pun memengaruhi perasaan. Sebuah studi menyebut, orang yang mengalami insomnia berisiko tinggi terhadap kondisi depresi, gangguan cemas, dan panik.

5. Menonton film komedi
Film komedi dapat membuat Anda tertawa dan menurunkan tingkat stres. Tertawa juga dapat merangsang sirkulasi dan membantu relaksasi otot, yang keduanya dapat membantu mengurangi beberapa gejala fisik stres.

(CNN Indonesia)
Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.