twitter  
Profil  

Senin, 17 Januari 2022 | 12:22 wib
Sejahterakan Petani dengan Konsep Jual Beli Yang Unik
 

Pada Sabtu, 15 Januari lalu, Yosan Ardian berkesempatan ngobrol dengan dr. Geo Ferdy selaku founder dari Geofresh Indonesia (jenama yang bergerak dibidang supplier buah di Indonesia), dimana beliau sendiri mempelajari soal pertanian dan perkebunan, dengan mendatangi secara langsung para petani yang ada di Indonesia. Dan dari hasil bertukar pikiran dengan para petani Indonesia, dr. Geo mendapati kalau permasalahan para petani adalah, mereka tidak memiliki kepastian saat menanam jenis buah mereka. Dari hal tersebut dr. Geo memiliki inovasi untuk membangun konsep Mini Fresh Market, yang akan menyerap hasil panen dari petani binaan Geofresh Indonesia. 

 

Salah satu konsep unik yang ditawarkan adanya station forbidden fruit atau buah-buahan terlarang. Kata dr Geo Ferdy, forbidden fruit memiliki filosofi buah pengetahuan, yang terinspirasi dari kisah di Taman Eden dimana ada buah terlarang dan apabila ada seseorang yang memakannya maka dia bisa tahu segalanya. Di forbidden fruit ini, ada sejumlah buah yang jarang ditemui masyarakat isalnya salak gading yang berwarna cokelat kehijauan. Ada juga melon yang biasanya bentuknya bulat, namun yang berbeda adalah bentuk kotak bahkan ketika momen tertentu misal valentine, maka aka nada melon dengan bentuk hati. Anda pun akan menemui aneka sapote atau sawo yang berbentuk jumbo dengan isian berwarna oranye. Selain forbidden furit, dr Geo juga menginisiasi fruit bar, dimana anda bisa menikmati produk buah dengan sistem pembayaran PAY AS YOU FEEL alias bayar sesukanya.

 

dr Geo menjelaskan, buah-buahan yang tersedia semuanya langsung dari petani, jadi tanpa perantara. Harapannya, konsep ini bisa mendukung pertanian Indonesia dan membuat petani bisa sejahtera. Para petani binaan pun mendapat pelatihan khusus agar cara menanamnya berstandar dan lebih ramah lingkungan.

Naskah & dokumentasi : Yosan Ardian 

Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.