twitter  
Profil  

Kamis, 12 Mei 2022 | 11:22 wib
Perempuan Muda Perlu Waspada terhadap Mini Stroke
 

Seperti yang kita ketahui kalau Hailey Bieber sempat mengalami serakan mini stroke yang membuat dia harus dirawat di instalasi gawat darurat. Dan karena itulah, dia merasa perlu membagikan pengalamannya kepada pengikutnya untuk meningkatkan kesadaran bahwa siapa pun bisa mengalaminya, bahkan orang berusia muda seperti dia.

Penyebab paling umum dari stroke adalah bekuan darah, juga dikenal sebagai tromboemboli vena, atau VTE. Kebanyakan orang menganggap stroke dan serangan jantung hanya dialami sebagian besar orang tua, tapi penyakit ini dapat terjadi pada siapa saja, pada usia berapa pun. Menurut penelitian terbaru, stroke pada kelompok usia yang lebih muda meningkat. Antara 10 dan 15 persen stroke terjadi pada orang berusia 18 hingga 50 tahun, menurut sebuah studi tahun 2020 yang diterbitkan dalam jurnal Stroke.

Menurut Chi-Joan How, Associate Physician di Brigham dan Women's Hospital and Instructor in Medicine at Harvard Medical School, salah satu alasannya mungkin karena faktor risiko yang terkait erat dengan populasi yang lebih tua sekarang lebih banyak terjadi pada orang muda adalah obesitas, jarang berolahraga, tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, diabetes dan di antara orang muda, wanita biasanya berisiko lebih tinggi, karena estrogen meningkatkan kemungkinan pembentukan gumpalan (wanita memiliki lebih banyak estrogen daripada pria). 

Menurut pengakuan Bieber, dia memiliki beberapa faktor risiko yang meningkatkan serangan strokenya.Dokter memeriksa kondisi yang sudah ada sebelumnya seperti penyakit autoimun dan gangguan pembekuan darah, yang dapat menjadi penyebab utama stroke. Bieber mengatakan dokternya menyimpulkan salah satu faktor yang mungkin berkontribusi adalah pengendalian kelahiran hormonal atau pil KB, yang dapat meningkatkan risiko pembekuan darah. Penelitian menunjukkan hubungan antara bercak darah dan kontrasepsi oral yang mengandung estrogen, karena kelebihan estrogen bisa meningkatkan risiko penyakit tromboemboli vena, infark miokard, dan stroke trombotik. Tapi, menurut Amy Roskin, ob-gyn dan Favor's Chief Medical Officer, risiko mengalami stroke saat menggunakan kontrasepsi hormonal relatif kecil.

Bieber diberitahu pihak dokter juga bahwa faktor tambahan yang berkontribusi bisa jadi adalah fakta bahwa dia baru saja terbang ke Paris dan kembali dalam waktu yang sangat singkat, tidur di kedua penerbangan tanpa bangun untuk berjalan. CDC pun merekomendasikan untuk berjalan naik dan turun di lorong setiap beberapa jam untuk menghindari pembentukan gumpalan di kaki. Semakin lama duduk dalam posisi yang sama tanpa bergerak, semakin besar risiko terjadinya pembekuan darah.

Faktor lain, adalah Covid-19. Dokter sempat percaya keadaan darurat medisnya terkait dengan Covid-19, karena dia dan Justin Bieber pernah positif. Ada statement dimana Covid bisa meningkatkan risiko pembekuan darah tidak hanya selama periode infeksi, tetapi kadang-kadang beberapa minggu kemudian.

(Tempo)


Komentar (0)
LOADING...

Kirim Komentar Anda
Silakan masuk atau daftar untuk kirim komentar Anda.
Komentar
Redaksi menerima komentar terkait artikel yang ditayangkan. Isi komentar menjadi tanggung jawab pengirim. Redaksi berhak untuk tidak menampilkan komentar jika dianggap tidak etis, kasar, berisi fitnah, atau berbau SARA.