twitter  
Profil  

Rabu, 02 November 2022 | 11:48 wib
Cara Optimalkan Kecerdasan Akademis dan Emosional Anak
 

Ibu, banyaknya perubahan secara signifikan yang terjadi selama pandemi tidak hanya berat bagi orang dewasa, lho. Ini juga membingungkan bagi anak-anak dan berpengaruh pada tumbuh kembang si kecil. 

Psikolog Ajeng Raviando, Psi menggambarkan jika kondisi yang tidak menentu seperti pandemi juga dapat membuat pola stimulasi dan lingkungan mengalami perubahan yang cukup signifikan, misalnya seperti meningkatnya paparan gadget dan berkurangnya interaksi langsung dengan lingkungan. 

“Kondisi ini dapat mempengaruhi perkembangan otak anak. Segala perubahan ini menambah urgensi untuk menyiapkan si Kecil menghadapi masa depan yang dinamis dan semakin dibalut ketidakpastian,” kata Ajeng dalam acara Enfagrow A+ Masterclass, Senin (31/10/2022).

 

Ajeng mengingatkan di sini peran orang tua menjadi semakin penting untuk memastikan si kecil mendapatkan perasaan aman dan mendukung stimulasi untuk optimalkan kecerdasan emosionalnya. “Intervensi dini atau sebelum usia sekolah sangat diperlukan karena dapat memiliki dampak yang signifikan pada kemampuan anak untuk mempelajari keterampilan baru.,” jelasnya. 

Sementara itu, dr. Lazuardi Putra selaku Category Manager Nutrition Reckitt Indonesia mengatakan para ibu membutuhkan sebuah panduan baru untuk menjawab tantangan ini.

“Stimulasi, nutrisi, dan lingkungan merupakan faktor yang berpengaruh pada tumbuh kembang anak, terutama kecerdasan akademis dan emosionalnya,“ jelas dr Lazuardi.

Para ibu juga diajak untuk terus memberikan pengembangan kecerdasan akademis dan emosional yang seimbang dimana pun dan kapan pun.
Adapun untuk kecerdasan akademis dan stimulasi yang dapat diberikan pada si kecil antara lain : pemecahan masalah, memori, kosa kata dan aspek kognitif. 

Untuk pengembangan kecerdasan emosional, Ibu dapat mengajarkan si kecil stimulasi yang sesuai dengan 4 pilar yaitu, memotivasi diri, pengendalian diri, empati dan leadership.

 

(Manda)