twitter  
Profil  

Kamis, 03 Maret 2022 | 08:35 wib
Dukung Potensi Kearifan Lokal Wisata Daerah, Dengan Digitalisasi Desa Wisata
 

Pariwisata alternatif yang memberikan konsep wisata lebih bersahabat dengan alam dan masyarakat lokal, semakin menjadi tren bagi wisatawan, terlebih di tengah pandemi. Untuk mengakomodir tren tersebut, pemerintah sedang fokus mengembangkan potensi Desa Wisata di berbagai wilayah Indonesia, dengan mempromosikan keunikan dan kearifan lokal setempat. Salah satu yang berperan penting dalam mempercepat pengembangan wisata lokal tersebut adalah melalui digitalisasi, terlebih kebiasaan wisatawan di era pandemi semakin dekat dengan teknologi. 

Dalam konferensi pers webinar Peran OYO bersama Pemerintah dalam Percepat Pengembangan Digitalisasi pada Wisata Lokal “Desa Wisata” di Tengah Pandemi yang kami ikuti pada Rabu (2/3), Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik Indonesia, Sandiaga Salahuddin Uno menyampaikan apresiasi dan optimismenya terhadap kolaborasi yang terjalin, antara pihak industri perhotelan dan Desa Wisata guna mendukung kebangkitan ekonomi sekaligus membuka lapangan kerja dan peluang usaha baru untuk ekonomi kreatif serta mempercepat kemajuan kemandirian desa. Dia juga menjelaskan bahwa tren pariwisata saat ini telah bergeser ke arah digital. Sandiaga juga mengajak pelaku industri lainnya untuk bersama-sama mendigitalisasi melalui platform-platform, sebagai bagian dari transformasi dan promosi destinasi pariwisata.

Salah satu perwujudan yang telah terlaksana adalah antara OYO (salah satu perusahaan hospitality berbasis teknologi), bersama Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif serta pemerintah daerah setempat dalam kolaborasi yang dinamakan program Maju Bersama Desa Wisata. Mereka akan meningkatkan okupansi penginapan di Desa Wisata dengan standarisasi kualitas layanan yang syarat akan kearifan lokal berbasis teknologi dan menggandeng beberapa Online Travel Agent (OTA) yang bekerjasama di dalam jaringan mereka untuk turut membantu memasarkan kamar penginapan yang berada di Desa Wisata. Mereka juga akan menstandarisasi fasilitas dan layanan di Desa Wisata, salah satunya dengan melakukan transformasi penginapan yang tetap mempertahankan kearifan lokal Desa Wisata setempat.

 

(Sumber : Artemis, perwakilan OYO)