twitter  
Profil  

Selasa, 26 September 2023 | 14:25 wib
Belajar Dari Pengalaman 8 Pebisnis Perempuan dan Tips Untuk Mencapai Keberhasilannya


Creative work agency, Fuzz telah menggelar forum diskusi intim tentang dunia bisnis pada strategi marketing pada Sabtu, 23 September 2023. Acara yang bertajuk “Marketing Activation Intimate Forum” itu diisi oleh delapan mentor pebisnis perempuan. Beberapa diantaranya adalah Yessie Natasia (CEO of Fashionistas, Yorri Eatery &Fuzz), Annisa Pratiwi (Co-Founder & CMO Ladang lIma), Diva Velda Hanifa (CEO of  Oh my Gethuk, Bgersfood), Maharani Kusuma Dewi (CEO of Surabaya Kue), Nungki Laksmi (Founder Laksmi Muslimah), Khatarine Paula (CEO of Cap Sayang Indonesia), Nasta Rofika (CEO of Ulur Wiji) dan Islamiyah Nauroh Izzati (CEO of Candiezz ID). Kegiatan diskusi dilakukan di IdeaHub Surabaya bersama 70 peserta womenprenenur.

Pada diskusi tersebut para mentor bercerita seputar kegagalan dan keberhasilan yang mereka lewati saat berbisnis kala itu. Ada beberapa insight yang harus Ibu perlu ketahui ketika menjalankan bisnis. Berikut ini insight yang perlu Ibu ketahui supaya bisnis bisa lancar :

1.    Miliki jiwa leadership

Sebagai pebisnis, sudah sepastinya harus memiliki jiwa kepemimpinan yang baik. Sikap leadership menjadi faktor penting juga untuk membangun sebuah bisnis agar tumbuh dan optimal dengan pesat. Lalu bagaimana cara menerapkan jiwa leadership Ibu ketika berbisnis? Ibu bisa melakukannya dengan cara selalu merangkul tim Ibu. Beri mereka pujian dan dukungan sehingga potensi yang mereka miliki dapat berkembang. Jiwa leadership diterapkan oleh Nasta Rofika supaya membentuk bonding dan etos kerja tim menjadi baik.

2.    Aktivasi sosial media

Kini sosial media berperan penting untuk membantu mengembangkan bisnis ke jejaring yang lebih luas. Maka dari itu, optimalkan bisnis Ibu dengan memperkenalkan dan mempromosikan produk melalui sosial media. Jangan sampai Ibu tidak mengoptimalkan bisnis milik Ibu dengan mempromosikannya di sosial media. Seperti awal cerita Nasta Rofika yang membuka bisnis dibidang fashion sustainable. Awal usahanya ia hanya berjualan tanpa mengandalkan sosial media, setelah penggunannya orang-orang dapat mengetahui semua tentang branding dan background story produknya.

3.    Konsisten dalam edukasi

Annisa Pratiwi (Co-Founder & CMO Ladang Lima) membagikan kisahnya saat pertama kali berbisnis. Bisnisnya merupakan bisnis healthy food dengan produk gluten free. Ketika berbisnis, branding adalah sebuah bentuk awal untuk memberikan pengetahuan umum tentang sebuah produk. Membentuk branding sama dengan membentuk value. Dengan branding, produk tersebut dapat dikenal oleh pelanggan. Namun kesalahan yang dilakukan oleh Annisa adalah tidak memberikan edukasi kepada pelanggan tentang produk gluten free tersebut. Untuk membantu sebuah produk bisa dikenal lebih dalam dan mencapai sasaran yang tepat, memberi edukasi tentang manfaat tentang produk merupakan kunci kesempurnaannya. Jika Ibu selalu menerapkan konsisitensi branding dengan dibarengi edukasi, maka target pasar tercapai dan bisnis menjadi berkembang dengan baik.

4.    Momentum dan pivot


Belajar dari kegagalan Diva Velda Hanifa (CEO of  Oh my Gethuk, Bgerstfood) yang memiliki tujuan bisnisnya menjadi produk khas kota Malang. Sayangnya hal tersebut tak berhasil sebab pandemi melanda dan wisatawan menurun. Untuk membangkitkan bisnisnya kembali agar tidak berhenti, startegi yang ia lakukan adalah memanfaatkan momentum dan pivot.

5.    Tidak mengikuti tren

Tren memang bisa dikatakan dapat menjadi sebuah strategi untuk membangun bisnis dan strategi yang tepat. Akan tetapi, ternyata berbisnis dengan hanya mengejar keeksistensian dari sebuah tren, merupakan hal yang harus dihindari. Mengapa? Karena sifatnya hanyalah musiman yang berarti bersifat sementara saja. Seperti kasus yang dialami oleh Rani (CEO of Surabaya Kue), ia pernah melakukan hal tersebut pada bisnisnya. Pada dasarnya bisnis miliknya adalah kue tradisonal, ia pun menjual kue yang sedang tren pada waktu itu. Hasilnya produk tersebut tidak memberikan efek positif pada bisnisnya. Pada kesimpulnnya, marketing yang menurutnya bagus adalah tetap menjaga kualitas bisnis atau produk.
 
6.    Beri promo dan diskon

Tips bagi Ibu yang ingin mengikuti momen promo atau diskon angka kembar di marketplace. Hal yang harus Ibu perhatikan adalah melakkan planning dan meeting bersama tim. Mulai dari persiapan kegiatan operasional, packaging hingga dana harus direncanakan dengan sebaik-baiknya. Bocoran dari pengalaman Paula (CEO of Cap Sayang Indonesia), baginya mengikuti promo kembar pada tahun 2021 ke atas sudah tidak efektif untuk dilakukan. sebab memakai cara itu membuat pelanggan menjadi manja. Tips dan cara ia melakukan promo atau diskon pada produk dengan baik adalah dengan melakukan promo pada saat awal pembukaan bisnis dan membuka promo bundling ketika harga pangan sedang turun. Menurutnya cara tersebut terbukti efektif untuk memikat para hati customer.

7.    Beri briefing works untuk endorsement

Ketika Ibu memiliki rencana untuk berkolaborasi dengan influencer, jangan sampai Ibu menyerahkan produk tanpa pemberian briefing kepada mereka. Sebaiknya jika Ibu memiliki rencana untuk mempromosikan produk milik Ibu dengan influencer, pastikan berikan sebuah script bagaimana influencer dapat mempromosikan dan menjelaskan produk Ibu. Dengan hal tersebut, produk Ibu bisa tersampaikan sesuai yang diharapkan dan dapat mencapai target.
 
(Putri)