twitter  
Profil  

Kamis, 28 September 2023 | 12:42 wib
Ketahui Perhiasan Imitasi Bisa Sebabkan Pemasalahan Kulit
 

Tahukah Ibu kalau memakai perhiasan imitasi bisa membuat iritasi kulit ? Tapi kenyataannya sekarang ini banyak anak muda yang lebih suka memakai aksesoris imitasi ketimbang emas asli lho. Ternyata salah satu alasannya adalah mereka merasa perhiasan emas memiliki model yang ketinggalan zaman dan terkesan tua.

Dokter Shinta Dewi RS, SP. DV, spesialis dermatologist yang kami temui dalam sebuah acara pada Rabu (27/9) mengatakan, perhiasan imitasi berbahan nikel, tembaga dan kobalt bisa menyebabkan dermatitis (peradangan kulit). "Selain penggunaan skincare, untuk mencegah iritasi pada kulit juga harus menghindari aksesoris atau perhiasan imitasi dengan tiga bahan campuran diatas. Dermatitis akibat aksesoris imitasi paling banyak terjadi di telingga," kata dokter Shinta.

Dokter Shinta menjelaskan, perhiasan imitasi hanya boleh digunakan kurang dari 0,2 mikro gram per pekannya. "Jadi tidak boleh terlalu besar bahan imitasinya dan tidak boleh terlalu sering digunakan, karena bisa membuat kulit alergi dan iritasi," katanya. Tak hanya perhiasan imitasi, perhiasan emas juga bisa menyebabkan iritasi apabila mengunakan bahan campuran dari tiga bahan tadi. Sehingga saat membeli emas, masyarakat harus memastikan bahan campuran apa yang digunakan.

"Emas itu risiko iritasinya sedikit, tapi tetap ada. Sebenarnya bukan emas yang membuat iritasi tapi bahan pencampurnya. Kita tau ya emas murni itu tidak bisa dibentuk jadi perhiasan, bahan pencampurnnya ini yang bisa membuat emas mudah dibentuk, ini yang harus dipastikan masyarakat agar terhindar dari iritasi saat memakai emas," kata dokter Shinta.

Selama ini, kasus iritasi yang banyak ditemuinya karena perhiasan imitasi, ada di area telingga, leher, tangan hingga perut. Karena ada beberapa produk gesper yang menggunakan aksesoris tambahan di tengahnya. Gejala dermatitis bisa diketahui dengan munculnya rasa gatal, kulit berubah menjadi merah, tekstur kulit menjadi bersisik dan paling parah bisa mengeluarkan air.

"Awalnya kulit pasti gatal dan merah, lalu muncul sisik dan plentingan (beruntusan) kecil-kecil berisi air di area kulit yang mengalami dermatitis, Tapi kalau sampai berair kulitnya, penggunaan perhiasan harus distop karena dikhawatirkan akan menyebabkan dampak kesehatan kulit lebih serius," kata dokter Shinta. Pertolongan pertama saat mengalami gejala dermatitis, ujar dokter Shinta adalah melepas semua perhiasan yang digunakan. Bila dermatitis tidak parah maka gejala akan berkurang dengan sendirinya setelah melepas perhiasan.

Sementara itu menurut Citra Ayuningtyas CEO Lulapin Gold yang juga kami temui di acara yang sama, menjamin produk perhiasan emas miliknya tidak mengandung bahan-bahan yang menyebabkan iritasi, seperti yang dijelaskan dokter Shinta. Bahkan, untuk mengajak anak muda kembali menyukai perhiasan emas pihaknya mengabungkan desain emas warisan leluhur dengan model terbaru, Korean Style yang modelnya kecil dan halus. 

 

 

Menurutnya, perhiasan emas tak cuma aksesoris tapi juga bisa menjadi investasi, bahkan bisa menjadi warisan kepada anak dan cucu kelak. Semangat mengkolaborasikan desain perhiasan emas warisan leluhur dan emas model terkini, juga diwujudkan pihaknya dengan memberdayakan pengrajin emas lokal. Citra mengatakan jika pihaknya memiliki visi mengembalikan kebanggaan anak muda akan aksesoris lokal dan memiliki nilai investasi jangka panjang.

(Yosan)