twitter  
Profil  

Kamis, 09 Maret 2023 | 12:52 wib
International Women’s Day “It Starts With Us” bersama Ibu-Ibu PT Terminal Petikemas Surabaya
 

Memperingati Hari Perempuan Sedunia pada tanggal 8 Maret lalu, PT Terminal Petikemas Surabaya (TPS) menyelenggarakan talkshow edukasi bertemakan “It Starts With Us” yang membahas tentang pemahaman diri, penghargaan kepada diri sendiri, upaya-upaya yang bisa dilakukan untuk mengajak lingkungan di mana perempuan berada, tumbuh dan berkarya, untuk saling memahami kondisi tiap-tiap individu, memberikan dukungan yang diperlukan untuk dapat menjadi versi terbaik masing-masing. 

Sejalan dengan tema International Women’s Day 2023 yakni 'Embrace Equity', kegiatan ini bertujuan melestarikan lingkungan yang kondusif dan aman bagi perempuan, terutama di dunia maritim, dimana jumlah pekerja perempuan masih jauh di bawah jumlah pekerja laki-laki.

Acara ini dihadiri 150 perempuan yang berkarir di dunia maritim dan berbagai lembaga dan institusi, diantaranya Kartini TPS, Mutiara Pelindo yang merupakan komunitas Pegawai Perempuan Pelindo, Persatuan Istri Pegawai Pelindo (PIPP), pegawai perempuan di lingkungan Pelindo Group, Asosiasi Pengguna Jasa TPS dan Pelanggan TPS.

 

Wahyu Widodo selaku direktur utama mengatakan bahwa edukasi terhadap perempuan adalah edukasi terhadap suatu bangsa. Selanjutnya dia menyampaikan bahwa kesempatan berkarir dan berkarya bagi pekerja perempuan, baik di TPS, di Sub Holding Pelindo Terminal Petikemas maupun di Pelindo Group, sama dengan kesempatan untuk pekerja laki-laki. Wahyu juga menyampaikan bahwa TPS, SPTP maupun Pelindo Group telah memiliki Pedoman Etika (Code of Ethic), sebagai salah satu pedoman perilaku TPS Familia dan Pelindo Group.

 “Dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawab di TPS, kami telah memiliki serta menerapkan code of ethic, yang mengatur bagaimana etika dalam mengelola perusahaan, penyampaian keluh kesah terkait dugaan pelanggaran etika termasuk harassment, hingga kanal pelaporannya. Secara sinabung, pedoman yang baik tersebut kiranya perlu disosialisasikan serta dilakukan pengukuran terhadap efektifitas pelaksanaannya.” kata Wahyu Widodo dalam acara yang berlangsung di ruang Jawa, gedung adminstrasi TPS, Selasa (8/3).

Sementara itu, Astrid Wiratna, psikolog yang menjadi salah satu narasumber acara ini menyampaikan bahwa secara kodrati, perempuan telah terlatih menjadi individu yang resilient, tangguh dan mampu bangkit meskipun terpuruk, maka perempuan harus yakin, apapun tantangan yang dihadapi, akan mampu dilalui.

 

Hadir pula Yuliati Umrah, direktur ALIT yang juga aktivis perempuan mengingatkan bahayanya bersikap permisif terhadap perilaku-perilaku yang berpotensi mengarah kepada harassment sehingga saling peduli dengan mengingatkan untuk perbaikan menjadi tindakan yang sangat penting. Selaras dengan yang lainnya, Jani Purnawanty Jasfin, S.H, S.S. LL.M, dosen Fakultas Hukum Universitas Airlangga Surabaya, pegiat perlindungan anak & perempuan juga ikut memberikan materi mengatakan pentingnya bagi semua pihak, termasuk perempuan, untuk mengetahui landasan hukum atas suatu hal, karena itu akan memberikan guidance dalam mengambil tindakan, termasuk terhadap tindakan-tindakan yang membuat kurang nyaman, mengintimidasi, bahkan hingga yang masuk dalam kategori harassment.

(Yosan)