twitter  
Profil  

Sabtu, 06 Juli 2024 | 08:11 wib
Isi Liburan Sekolah, Ratusan Anak Ikuti Khitan Massal
 
Ilustrasi 

Mengisi waktu liburan, ratusan anak yang didominasi siswa PAUD sampai SD memilih untuk ikut khitan massal di Rumah Sunat dr Mahdian yang berkolaborasi dengan Hansaplast dan Alfamart, 3 hingga 5 Juli 2024. 

Proses khitan ini tidak membutuhkan waktu lama, hanya 10-15 menit, dengan didukung tim medis profesional yang berpengalaman  melaksanakan prosedur khitan menggunakan peralatan medis yang steril dan sesuai standar kesehatan. 

Dokter sekaligus edukator, dr. Jauhar Nafies, menjelaskan pasca khitan anak-anak bisa beraktivitas seperti biasa, hanya saja disarankan tidak aktivitas berat, seperti main sepak bola, sepeda atau naik turun tangga. Rasa nyeri hanya dirasa dihari pertama saja, selanjutnya sudah normal kembali. 

Mengenai banyaknya mitos yang beredar seputar perawatan luka pasca khitan, dr. Jauhar Nafies membagikan tiga tips perawatan luka dengan "Bersihkan, Lindungi, dan Sembuhkan." Hal ini berarti, bila terjadi luka, selalu ingat untuk membersihkan luka dengan cairan antiseptik supaya tidak terjadi infeksi dan untuk memudahkan perawatan bisa menggunakan antiseptik spray yang mengandung PHMB yang terbukti bisa membunuh bakteri dan mencegah infeksi. 

 

Kemudian lindungi luka dengan plester luka dan terakhir bila diperlukan penyembuhan yang lebih cepat, bisa menggunakan salep luka. Tentang mitos tidak boleh makan telor setelah khitan juga ditepis, malah disarankan mengkonsumsi banyak protein, seperti telor, daging, tahu dan tempe.

Sementara itu, Tasya Yolantika, Jr. Brand Manager Health Care PT. Beiersdorf Indonesia berharap kegiatan khitan massal ini dapat memberikan dampak positif bagi masyarakat, terutama bagi anak-anak yang membutuhkan layanan kesehatan ini. Dia menjelaskan jika Hansaplast memiliki misi sosial global untuk mengedukasi 200.000 anak di seluruh dunia tentang pertolongan pertama dan perawatan luka sampai dengan akhir tahun 2025. 

 

Di Indonesia, komitmen ini diwujudkan melalui Anak Siaga Hansaplast (ASH) yang telah diadakan sejak tahun 2015. ASH ini merupakan program edukasi mengenai pertolongan pertama pada luka (P3K pada luka) kepada anak-anak usia sekolah di Indonesia. Tidak hanya edukasi, mereka melebarkan jangkauannya dengan memberikan program khitan massal secara gratis untuk 100 anak dalam misi memberikan perawatan terbaik pasca sirkumsisi atau khitan. 

(Manda)