Program Kerja Baru BKKBN : Sinergitas Implementasi hingga Mitigasi Risiko Jadi Poin Penting
|
Dr. Ucok Abdulrauf Damenta, Inspektur Utama Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga / BKKBN menyampaikan pentingnya sinkronisasi, harmonisasi, dan penguatan pengawasan dalam pelaksanaan program kerja BKKBN di seluruh wilayah Indonesia, termasuk Jawa Timur.
Hal ini disampaikan dalam rangkaian kunjungan kerja Komisi IX DPR RI ke Kantor Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Surabaya, Senin (19/12/2024). Ia ingin memastikan bahwa seluruh program dan kebijakan nasional yang dijabarkan melalui program di daerah dapat diimplementasikan dengan baik serta mencapai target yang telah ditentukan.
Dr. Ucok menekankan pentingnya perubahan paradigma pengawasan, dari yang berorientasi pada output menjadi berorientasi pada outcome. Langkah ini, menurutnya, bertujuan untuk memastikan bahwa seluruh program benar-benar memberikan dampak nyata di masyarakat.
“Seluruh program yang berkaitan dengan kebijakan nasional harus terukur keberhasilannya di tingkat daerah. Ini memerlukan pengawasan yang sistematis, mulai dari perencanaan hingga mitigasi risiko sejak dini,” tegasnya.
Mitigasi risiko, lanjut Dr. Ucok, juga menjadi langkah penting untuk mencegah potensi permasalahan, termasuk penyalahgunaan anggaran. “Mitigasi risiko ini penting untuk mencegah preseden buruk yang dapat terjadi di kemudian hari,” tambahnya.
Untuk itu penting sinergi antar instansi dan pemerintah daerah untuk mendukung keberhasilan program BKKBN. “Semua pihak harus terkoordinasi dengan baik, mulai dari tingkat kecamatan, kabupaten, hingga nasional,” jelasnya.
(Press release)

