twitter  
Profil  

Sabtu, 22 November 2025 | 12:50 wib
Rebellion Takes Over : Surabaya Fashion Parade 2025 Tunjukkan Wajah Baru Mode Indonesia
 

Surabaya Fashion Parade (SFP) 2025 sukses digelar mulai 14-16 November 2025 lalu dan menghadirkan tema “Rebellion” sebagai penanda keberanian para desainer Indonesia untuk keluar dari pakem lama industri mode. Memasuki tahun ke-18, acara yang berlangsung di Convention Hall Tunjungan Plaza 3 ini menampilkan beragam karya dengan pendekatan desain yang lebih bebas dan eksperimental. Tahun ini, SFP tidak hanya menjadi ajang unjuk kreativitas, tetapi juga ruang pernyataan bahwa fashion Indonesia tengah bergerak menuju arah yang lebih progresif.

 
 

Tema “Rebellion” menjadi dorongan bagi para desainer untuk mengeksplorasi material, teknik, dan siluet yang tidak konvensional. Pendekatan ini melahirkan rangkaian koleksi yang tampil kuat, energik, dan memperlihatkan karakter masing-masing perancang. Banyak koleksi yang tampil dengan nuansa berani, layering tak biasa, hingga permainan struktur yang mencerminkan semangat “melawan pola lama” namun tetap menunjukkan identitas budaya Indonesia yang kaya.

 
 

 

Selama tiga hari penyelenggaraan, SFP 2025 menghadirkan susunan pertunjukan yang beragam. Hari pertama dibuka dengan Moslem & Ethnic Show, dilanjutkan Kids Runway dan Glamourous Show pada hari kedua, kemudian ditutup dengan Final Surabaya Model Search, Kids Runway, serta Urban Show pada hari ketiga. Rangkaian ini memperlihatkan variasi gaya dari modest wear hingga fashion urban, sekaligus menunjukkan bagaimana setiap segmen memiliki peran dalam perkembangan tren mode tanah air.

 
 

Sejumlah desainer Indonesia turut tampil, di antaranya Deden Siswanto, Gita Orlin, Megs Ma, Alben Ayub Andal, Stella Lewis, hingga Riris Ghofir. Mereka menghadirkan interpretasi masing-masing terhadap tema “Rebellion” melalui permainan tekstur, detail, dan siluet yang menjadi ciri khas karya mereka. Keterlibatan nama-nama besar hingga desainer yang sedang berkembang membuat SFP 2025 terasa lebih inklusif dan memberi ruang bagi keberagaman gaya.

 

 
 

 

Selain peragaan busana, SFP 2025 juga menghadirkan area pameran yang diikuti berbagai brand dan desainer seperti DY Gallery, De Ghayatri, Ladzz by Lady Wantah, Nila Purri, Cotton Flair, Rianty Batik, HeyLocal, Arinna Premium Hijab, Fabulous Jewelry, Mandjha Ivan Gunawan, Mississippi, Eons Group, Mitra Binaan PGN, Java Batik, Umair Perfume, Sheza Anne Yulian, serta TRH. Tenant F&B by Bazzaria turut hadir untuk melengkapi pengalaman pengunjung. Area pameran ini menjadi ruang interaksi antara pelaku industri dan masyarakat, sekaligus memperlihatkan betapa dinamisnya ekosistem fashion saat ini.

Sejak bekerja sama dengan Indonesian Fashion Chamber (IFC) pada 2017, Surabaya Fashion Parade terus berkembang menjadi salah satu agenda mode tahunan yang konsisten mengangkat tema-tema baru. Pada penyelenggaraan tahun ke-18 ini, SFP kembali memperkuat posisinya sebagai salah satu barometer perkembangan fashion di Indonesia. Dengan tema besar “Rebellion”, SFP 2025 bukan hanya menghadirkan pagelaran visual, tetapi juga menegaskan bahwa industri mode Indonesia siap bergerak berani dan menghadapi masa depan dengan kreativitas yang lebih liar dan terbuka.

(Angger, Alfi)