Edukasi Kartini Masa Kini Harus Paham Kesehatan Reproduksi
|
Masih dalam rangkaian kegiatan memperingati Hari Kartini tahun 2025 kali ini giliran RSIA Kendangsari Surabaya yang berkolaborasi dengan Karita dan Jatiroso Catering mengadakan talkshow untuk menambah wawasan perempuan tentang kesehatan reproduksi. Acara yang berlangsung hari Sabtu, 26 April 2025 di Activation Hall Karita, jl. Ngagel Jaya Selatan No 129 - 131 Surabaya menghadirkan narasumber dr Niken Wening S, Sp.0G yang bertugas di RSIA Kendangsari.
|
dr Niken menjelaskan permasalahan tentang kesehatan reproduksi yang ditemuinya masih sangat komplek dan masih kurangnya pengetahuan yang luas pada perempuan khususnya di Surabaya tentang kesehatan reproduksi.
"Masih sangat komplek, dari rendahnya informasi kepada wanita - wanita di Indonesia khususnya Surabaya, RSIA Kendangsari berusaha membuka wawasan para wanita ini untuk menyadari pentingnya menjaga kesehatan reproduksi," kata dr Niken.
Perempuan utamanya sejak dari usia anak - anak kemudian remaja hingga menopouse banyak yang belum tentang menjaga kesehatan reproduksi secara spesifik. Kata dr. Niken inilah yang menyebabkan masalah kesehatan serius muncul.
"Kelalaian dari penyakit yang muncul jika tidak segera ditangani akan menimbulkan sebuah komplikasi yang serius, tentunya ini tidak hanya berdampak pada wanitanya itu sendiri tapi bisa juga berimbas ke keluarga," kata dr Niken.
Menurut penjelasan dr Niken, saat ini kasus obstetri atau ilmu kebidanan yaitu masih tingginya kasus komplikasi hipertensi, komplikasi diabetes dalam kehamilan, dan masih banyak juga kasus - kasus hambatan tumbuh kemabang janin. Sementara untuk ginekologi ternyata ada pada kasus - kasus infeksi seperti penyakit menular seksual, kasus keganasan seperti kanker, selain itu juga ganguan infertilitas seperti PCOS, endometriosis dan lain sebagainya.
Menariknya, ada salah satu peserta yang menanyakan tentang penggunaan alat kontrasepsi hormonal apakah itu bisa memicu penyakit kanker payudara.
|
dr Niken menjelaskan, kasus kanker payudara sebagain besar karena genetik atau penyakit yang diturunkan dari garis keluarga. namun tidak menutup kemungkinan karena adanya multi faktor mulai dari gaya hidup, nutrisi dan deteksi yang kurang.
"Hubungannya dengan kondisi hormonal sangat erat, meskipun tidak serta merta diasumsikan pemakaian hormonal terapi pada kontrasepsi itu akan menjadi pemicu terjadinya keganasan (kanker) pada payudara, jadi hal ini adalah mitos, apakah pakai KB hormonal pemicu kanker payudara, ini mitos jadi tidak benar, seorang yang mempunyai bakat terjadinya kanker payudara itu misalkan pada seorang anak dari seorang wanita yang menderita kanker payudara memang secara genetik dia punya bakat terjadinya kanker, nah ini harus dipilah harus dievaluasi apakah dia ini bisa memilih metode KB dengan hormonal atau tidak," kata dr. Niken.
Diobrolan bersama kami setelah acara, dr Niken juga berpesan melalui momentum Hari Kartini ini teruntuk semua Kartini masa kini, jadilah wanita yang cerdas dan sehat karena dengan kesehatan yang optimal masa depan bangsa ini bisa terjaga.
(Yosan)



