Jujur Saat Konsultasi Jadi Kunci Wujudkan Pernikahan Impian
|
Mempersiapkan pesta pernikahan impian tentu tidaklah mudah, apalagi saat akan menentukan konsep resepsi pernikahan, menghitung jumlah tamu undangan, memilih catering terpercaya hingga vendor - vendor pendukung lainnya. Tidak hanya waktu yang dibutuhkan untuk persiapan tapi juga mengantur budget, mental calon pengantin dan pemangku hajat dalam hal ini bagaimana mereka bisa mengatur emosional psikis sampai hari H terselenggaranya acara pernikahan.
Mengingat sangat pentingnya hal tersebut, Jatiroso Catering yang merupakan catering kenamaan asal Sidoarjo yang juga One Stop Wedding Service berkolaborasi dengan Karita menyelenggarakan talkshow tentang tips mempersiapkan pernikahan impian yang berlangsung di lantai 2 Karita Family Muslim Square Butik, Jalan Ngagel Jaya Selatan No.131, Surabaya, Sabtu (24/05) sore.
|
Dian Sandra selaku Owner Jatiroso Catering yang menjadi narasumber menjelaskan jika mewujudkan pesta pernikahan impian tentu harus melibatkan orang tua untuk berdiskusi jadi tidak hanya kedua calon mempelai saja.
"Wedding ini kan seumur hidup sekali ya, jadi baiknya konsultasi secara langsung, meeting ngobrolnya heart to heart apa yang dibutuhkan, dan jelas orang tua nomor satu yang akan di ajak diskusi, keinginan bapak dan ibu didahulukan, apalagi kalau tamunya orang tua banyak yah, kita tugasnya menyatukan perbedaan cara berfikir antara anak dan orang tua apalagi ada besannya juga kan," kata Sandra.
|
Dari pengalaman Jatiroso Catering yang berdiri sejak tahun 2011, Dian mengaku saat ini banyak calon konsumen yang sering berkonsultasi pada dirinya. Tentu makanan dalam hal ini catering menjadi prioritas utama dalam acara pernihakan.
"Makanan ini ibaratnya harga dirinya pemangku hajat dan kedua mempelainya jadi hal ini harus diprioritaskan, kita meeting ngobrol bisa sampai 2 jam untuk persiapan acara mulai dari menentukan tema dan lain-lain, kalau tema udah ketemu, biasanya kita profiling yang dibutuhkan vendor apa, kita bisa sarankan, dari awal harus fix temanya modern atau tradisional," kata Sandra.
|
Kata Sandra ada huru-hara yang sering terjadi utamanya soal jumlah tamu undangan, dari pengalaman yang ada, tamu undangan dari orang tua bertambah mendekati hari H, belum lagi soal kapasitas gedung, dan ketersediaan makanan. Dari sinilah Sandra menyarankan agar semua didiskusikan dengan baik dengan solusi yang tepat juga.
"Biasanya huru hara itu diundangan, jadi tentukan jumlah tamu dan baru bisa memilih gedung. Kebutuhan soal makanan biar semua tamu bisa menikmati ya spare kan lebih 10% dari jumlah tamu undangan, tambahan cadangan makanan, spare makanan idealnya dikalikan 2 dan disediakan menu - menu kecil juga untuk anak anak, ice cream, crepes, permen-permen," kata Sandra.
Fun fact, kenapa ice cream yang dipilih ya Bu ? Kata Sandra menu ini bisa memperpanjang durasi tamu untuk stay dan tidak menghabiskan makanan lain. Karena ice cream makannya tidak langsung paling tidak butuh 10 menit untuk menikmati. Pada intinya Sandra menekankan kembali ke pemangku hajat untuk jujur berkonsultasi soal jumlah tamu yang diundang karena menurut Sandra untuk tamu yang sudah hadir lebih dari 50 % di jam pertama maka dipastikan tamu yang hadir akan berlebih atau over.
“Supaya konsul ini jujur diutarakan diawal, kebutuhan - kebutuhan tamunya, sekian dananya, semua harus jujur. Supaya tamu kebagian makanan, karena tamu pada dasarnya akan mengingat jika dia sudah makan bukan apa yang dia makan, jadi jangan sampai kehabisan makanan karena tamu akan ingat di pesta kita dia tidak makan karena kehabisan dan ini pasti memalukan ya,” kata Sandra.
(Yosan)




