Jeima Hadirkan Nomor Romantis di “16.45”, Perjalanan Debut Musik Jazz Hangat dan Intuitif
|
Penyanyi dan pianis muda, Jeima Aleyya Haudy resmi memperkenalkan karya perdananya yang berjudul ‘’16.45’. Single yang dirilis 12 Desember ini terinspirasi dari suasana pukul ’16.45’ yaitu momen menjelang golden hour yang menurut Jeima terasa hangat, lembut dan penuh kenyamanan. Jeima menjelaskan bahwa lagu ini sebenarnya bukan terikat pada satu orang atau satu kisah tertentu. Dia memadukan berbagai pengalaman, imajinasi, dan nuansa yang lahir dari visualisasi suasana ’16.45’. “Judul ’16.45’ muncul karena jam segitu vibe-nya tuh hangat dan romantis banget. Rasanya nyaman dan aku pengen orang ngerasain itu juga saat dengerin lagu ini,” ujar Jeima.
Pada Senin 26 Januari 2026 lalu, ditengah padatnya aktivitas Jeima, kami berkesempatan mengajukan beberapa pertanyaan tentang karya “16.45” juga beberapa pertanyaan tentang Jeima. Berikut hasil QnA kami bersama Jeima.
Q : Apa yang Jeima rasa setelah akhirnya rilis karya perdana "16.45"?
A: Aku seneng dan lega sih pertama, aku juga bersyukur akhirnya karya pertama aku bisa di dengar banyak orang. Karna aku sebenernya pengen release lagi lagu-lagu lain karya aku. Aku juga jadi belajar banyak dari kesulitan-kesulitan yang ada, karna aku pingin banget tahun ini punya mini-album.
Q : Boleh share satu momen romantis "16.45" versi Jeima kah? atau mungkin yg baru-baru ini Jeima rasakan?
A : Romantis sama seseorang sih aku gak ada ya, since aku juga baru 17 tahun dan aku single. Momen romantis disini yg aku rasakan mungkin lebih ke aku selalu me-romantize life aku, biar lebih menghargai hal-hal kecil, simple things sama family, friends dan hal hal yang aku lakukan.
Q : Menurut Jeima apa istimewanya musik Jazz? Salah satu jenis music yang lekat dengan kata segmented
A : Karna musik jazz itu kan aku udah ngulik dari tahun 2020, tapi aku sebenernya suka banget sama beberapa genre kaya soul, metal, rock, tapi jazz tuh menurut aku spesial karna suara penyanyi nya tuh kaya langsung keluar. Eksperimental. Every instrument in the song is important as the singer. Semua peran di jazz menurut aku seimbang banget.
Q : Musisi Jazz favorit Jeima siapa? Dan rekomendasikan ke pendengar She single / karya musisi yang Jeima suka ya.
A : Biar lebih relate sama lagu 16.45 which is Brazilian jazz, my old time favorite jazz singer is ‘Carlos Jobim’, He is very legendary jazz singer, his compossision is also very very good, salah satu yang paling populer juga yang mungkin banyak orang denger judulnya ‘Wave’. Aku juga ada suka satu lagu dan pernah cover lagu lain ‘Girl from Ipanema’.
Q : Cara seperti apa yang Jeima pakai sejauh ini untuk memperkenalkan "16.45" atau nantinya karya lain Jeima juga? Karena bisa dibilang karya Jeima unik.
A : Aku share lagu aku ke family & friends, mereka juga dengerin dan support aku di dunia musik. Jadi mungkin aku biasanya share ke orang terdekat untuk dengerin lagu aku.
Q : Kalau nanti membuat album full, akan mempertahankan genre Jazz saja atau mau mencoba genre lain? Dan mau ajak collabs siapa?
A : Sebenernya kayanya my artist characteristic akan selalu jazz, jazz is a wide genre karna banyak banget sub genre jazz, ada swing, fussion jazz, Brazillian jazz and also lot of others jadi mungking di next kalian akan dengerin genre-genre jazz yang berbeda karna aku akan ber-experiment di sub sub genre jazz lainnya. Kalau collab aku pengen banget sama Rei dia kaya soul and also a little bit of blues, I really want to meet her one day, She’s very good composer and good singer.
Q : Jeima, boleh kasih saran ke para orang tua supaya mereka pun support anak-anaknya apapun hobi sang anak, misal hobi yang juga sama dengan Jeima (bermusik).
A : Karna masih muda dan masih dalam bimbingan orangtua, menurut aku bakat tuh jangan pernah dibuang, karna gak semua orang punya bakat yang sama. And also, kalau seorang anak punya hal yang mereka suka dan mereka niat seriusin, itu punya opportunity buat jalan karir untuk mereka. So jangan pernah underestimate your children karna it’s important untuk mendukung mimpi mereka, bisa makin kuat relationship sama family juga, pasti anaknya akan really happy dan bersyukur banget dikasih kepercayaan dan support sama orangtua nya. Because that’s what happened to me.
~
Dalam proses kreatifnya sendiri Bu, Jeima banyak bereksperimen di studio, mencoba berbagai instrumen yang dekat dengan warna Jazz dan Classical-infusion. Ini adalah 2 gaya yang membentuk identitas musikalnya. ’16.45’ sendiri diproduseri oleh Esmond dengan Aldo Zulham Ertanto sebagai Co-Produser, serta Agi Anggadarma sebagai Mixing & Mastering Engineer. Jeima sendiri menulis, menyanyikan, serta memainkan piano untuk single perdanannya ini.
Lewat single ini, Jeima ingin menghadirkan Jazz yang terasa hidup dan bisa dinikmati oleh siapa saja. “Aku cuma pengen orang lebih berani nikmatin hal-hal kecil. Jazz itu bukan cuma ‘background music’ semata. Aku pengen genre ini dihargai dan bikin orang tersenyum pas dengerin,” katanya. Selain merilis single ini, Jeima juga tengah menyiapkan karya berikutnya yang tetap hadir dengan nuansa Classical-infusion Jazz, namun lebih personal dan orisinal yang terinspirasi dari perjalanan hidupnya sendiri.
Jangan lupa request "16.45" di program request Keranjang Ibu ya Ibu-ibu!

