twitter  
Profil  

Senin, 13 Juli 2026 | 11:10 wib
Begini Kata Dokter Sukma Sahadewa Tentang Manfaat Khitan
 

Ibu, ternyata praktik khitan pada anak laki-laki tidak hanya menjadi bagian dari ajaran agama, tetapi juga memiliki manfaat dari sisi kesehatan. Menghilangkan kulit kulup saat khitan dapat membantu menjaga kebersihan alat vital dari sisa urine sehingga menurunkan risiko infeksi saluran kemih.

Hal tersebut disampaikan Ketua Panitia Dies Natalis Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS), Dr. dr. Sukma Sahadewa, Sp.KKLP., M.Kes., di sela pelaksanaan Khitanan Sehat "Ceria, Berani dan Mandiri", hasil kerja sama FK UWKS dan Yayasan Bumi Miring Nusantara dalam rangka Dies Natalis ke-40 FK UWKS. Acara ini Bu, juga untuk merayakan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah, di Kampus UWKS, Sabtu (11/7/2026).  

"Jadi selain syariah agama Islam ya, tetapi secara kesehatan bahwa menghilangkan kulit kulup itu adalah membersihkan alat vital itu dari sisa urine. Dan bahkan kalau sisa urine itu terus-menerus berada di tempat itu mengakibatkan resikonya yang kita sebut infeksi saluran kemih. Yang kedua karena dipotong atau dihilangkan pada saat khitanan itu menumbuhkan keharmonisan ketika berhubungan suami istri nantinya," ujar Sukma.

Terkait usia ideal anak yang dikhitan, Dokter Sukma Sahadewa mengatakan secara medis tidak ada patokan usia yang benar-benar baku. 

 
Dr. Sukma Sahadewa, Wakil Dekan FK UWKS

"Yang penting adalah satu, anatomi tubuhnya siap, yang kedua adalah mentalnya anak siap. Rata-rata sekarang yang paling banyak itu sekarang kelas 3, kelas 4. Kalau dulu kan biasanya kelas 1 SMP atau kelas 6 SD ya, sekarang sudah mulai lebih maju, kelas 3, kelas 4 kita lakukan khitan itu lebih efektif," paparnya.

Yang menarik dari kegiatan itu Bu, salah satu peserta bahkan ada yang sudah berusia 24 tahun. Menurut Sukma, peserta tersebut menjalani khitan menggunakan metode Tekno Klem dan prosesnya berlangsung sekitar 15 menit. Peserta tersebut berencana menjadi mualaf sehingga memutuskan menjalani khitan.

Ketika ditanya soal peralatan medis yang digunakan, proses khitan saat ini telah didukung metode yang lebih modern. Dalam kegiatan tersebut, tindakan dilakukan menggunakan Tekno Klem maupun metode manual, disesuaikan dengan kondisi anatomi peserta.

"Kalau bisa kita lakukan secara modern kita menggunakan yang sekarang itu kan Tekno Klem dan Sealer. Jadi hanya dilem dan dipotong menggunakan ESU (Electrosurgical Unit) sehingga mengurangi, meminimalisir terjadinya perdarahan dan mempercepat penyembuhan," ungkap Sukma yang juga Founder Klinik Paradise Surabaya.

Sebelum tindakan, seluruh calon peserta menjalani proses skrining kesehatan untuk memastikan kelayakan menjalani khitan. Mereka juga diberikan informed consent serta krim anestesi sebelum hari pelaksanaan guna meminimalkan rasa nyeri.

"Ini hal yang berbeda, biasanya kan khitanan massal itu langsung datang dikhitan. Dengan adanya skrining kemarin, ada beberapa yang tidak ikut. Kita sarankan untuk melakukan tindakan khitan itu di fasilitas yang lain, di rumah sakit ataupun yang lainnya. Sehingga yang hadir sekarang insya Allah bisa dikhitan pada hari ini," jelas Sukma.

Perlu Ibu ketahui, giat Khitanan Sehat tersebut merupakan salah satu rangkaian kegiatan Dies Natalis ke-40 FK UWKS yang tidak hanya berfokus pada kegiatan akademik, tetapi juga pengabdian kepada masyarakat. Sebelumnya, FK UWKS telah menggelar seminar, webinar, fun run, pemeriksaan USG gratis, skrining mata, hingga operasi katarak gratis.

Panitia awalnya menyiapkan kuota 40 peserta sesuai usia Dies Natalis FK UWKS. Namun setelah melalui proses skrining, hanya 24 peserta yang dinyatakan memenuhi syarat untuk menjalani tindakan khitan. Beberapa calon peserta tidak direkomendasikan mengikuti khitan di lokasi karena memiliki kondisi medis tertentu, seperti obesitas, sehingga disarankan menjalani tindakan di rumah sakit atau fasilitas kesehatan yang lebih lengkap.

Ibu, pelaksanaan kegiatan melibatkan delapan operator yang terdiri atas dokter spesialis dan dokter umum, dengan dukungan RS Mitra Keluarga Surabaya, Klinik Utama Wijaya Kusuma, Klinik Paradise, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kota Surabaya, Sarung Ardan, serta Yayasan Bumi Miring Nusantara.

Di sisi lain, Ketua IV BAZNAS Kota Surabaya, Muhammad Riduwan, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kami dari BAZNAS Kota Surabaya mengucapkan selamat dan sukses atas kegiatan khitanan sehat yang dilakukan oleh Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma bekerjasama dengan Yayasan Bumi Miring Nusantara. Kami mendukung sepenuhnya kegiatan ini," katanya.

Sementara itu, salah seorang orang tua peserta, Ibu Siska, warga Kapas Madya Surabaya, mengaku terbantu dengan adanya program khitan gratis tersebut.

 
Bu Siska bersama suami dan putranya seusai kegiatan

"Syukur alhamdulillah, sangat senang sekali ada acara khitanan massal ini. Sangat membantu," ujarnya. Dan saat ditanya mengenai kondisi putranya usai dikhitan, Bu Siska mengatakan prosesnya berjalan lancar. "Nggak sakit. Pinter dia, soalnya kan memang dia yang kepengen," pungkasnya. 

(Roni)