twitter  
Profil  

Senin, 20 Juli 2026 | 10:27 wib
Kencang Tanpa Oplas, Kini Hadir "XERF" Teknologi Estetika Standar Internasional Hadir di Surabaya
 
 

Profira Aesthetic Clinic meluncurkan XERF, teknologi Dual Monopolar Radio Frequency yang diklaim mampu memberikan efek lifting dan tightening dalam satu kali perawatan tanpa tindakan bedah maupun masa pemulihan (downtime).

Dokter Ruth Julyana selaku Director of Profira Clinic mengatakan kehadiran XERF merupakan bagian dari komitmen Profira menghadirkan teknologi estetika berstandar internasional yang mengedepankan efektivitas sekaligus kenyamanan pasien.

“Kami bangga menjadi salah satu klinik di Indonesia yang menghadirkan Profira XERF, teknologi Dual Monopolar Radio Frequency terbaru yang menjadi langkah besar dalam perjalanan inovasi Profira,” kata dokter Ruth saat kami temui dalam acara Exclusive Launching Profira XERF di Hotel JW Marriott Surabaya, Jumat, 17 Juli 2026.

Berbeda dengan teknologi radio frequency konvensional yang bekerja pada satu kedalaman jaringan, XERF mengombinasikan dua frekuensi sekaligus, yakni 6,78 MHz dan 2 MHz, sehingga mampu menjangkau dua lapisan kulit dalam satu kali tindakan. Frekuensi 6,78 MHz bekerja pada lapisan dermis untuk merangsang pembentukan kolagen sekaligus membantu memperbaiki tekstur dan elastisitas kulit. 

Sementara frekuensi 2 MHz bekerja lebih dalam hingga mencapai lapisan Superficial Musculo Aponeurotic System (SMAS), yaitu lapisan jaringan penyangga wajah yang menjadi target utama dalam prosedur facelift. Kombinasi keduanya memungkinkan efek pengencangan dan pengangkatan kulit diperoleh secara bersamaan. “Melalui Profira XERF, kami ingin menghadirkan solusi perawatan yang mampu menjawab kebutuhan masyarakat modern akan treatment yang efektif dengan downtime minimal,” kata dokter Ruth.

 
Ruth Julyana, Director of Profira Clinic

XERF telah mengantongi sertifikasi Food and Drug Administration (FDA) dan telah digunakan secara luas di berbagai negara, termasuk Korea Selatan. Perawatan menggunakan XERF berlangsung relatif singkat, sekitar 45 menit, tanpa memerlukan anestesi maupun masa pemulihan. Setelah tindakan, pasien dapat langsung kembali beraktivitas namun disarankan menggunakan riasan ringan.

“Pasien tetap disarankan menghindari penggunaan make-up berat serta paparan sinar matahari berlebih selama satu hingga dua hari pertama. Efek pengencangan mulai terlihat segera setelah tindakan, sedangkan hasil optimal berkembang dalam waktu tiga hingga enam bulan seiring proses pembentukan kolagen baru,” kata dokter Ruth.

Menurut dokter Ruth, perawatan ini dapat mulai dilakukan sejak usia 25 tahun sebagai langkah pencegahan penuaan dini, dengan hasil yang umumnya lebih optimal pada pasien berusia di bawah 40 tahun karena kemampuan regenerasi kolagen masih baik. Sementara pengaplikasian XERF bisa diberbagai area wajah, mulai dari brow lift, pipi, rahang, leher, hingga membantu mengurangi tampilan double chin.

Dalam acara tersebut, Profira juga menghadirkan program Mid Year SALE yang berlangsung pada 20–27 Juli 2026 yang menawarkan berbagai promo khusus. Profira berharap dengan hadirnya XERF, masyarakat memiliki pilihan perawatan anti-aging non bedah yang lebih aman, nyaman, dan efektif.

(Yosan)