twitter  
Profil  

Selasa, 11 Agustus 2026 | 11:36 wib
Merayakan Pekan Menyusui Sedunia 2026 bersama 150 Pasangan Muda Surabaya
 
 

Pekan Menyusui Sedunia yang diperingati pada minggu pertama bulan Agustus (1-7) menjadi momentum penting bagi kita semua untuk memperkuat komitmen dalam mendukung keberhasilan pemberian ASI. Tema tahun ini, “Strengthen What Works”, mengingatkan kita bahwa keberhasilan menyusui dapat dicapai dengan memperkuat praktik-praktik yang telah terbukti efektif, mulai dari edukasi, pendampingan ibu, dukungan keluarga, hingga pelayanan kesehatan yang ramah menyusui. 

Dokter spesialis anak Diana Amilia Susilo, sekaligus konsultan ASI dari Kendangsari Hospital dalam acara peringatan pekan ASI di atrium Tunjungan Plaza 2 Surabaya, mengatakan tema tersebut diambil sebagai langkah dukungan untuk memperkuat program pemberian ASI ekslusif dengan berbagai banyak pihak.

“Bagaimana kita memperkuat apa yang sudah kita lakukan sekarang. Yaitu dengan mendukung ibu-ibu, menyusui dengan berkolaborasi antar sektor yang mendukung. Artinya berbagai sektor yang terlibat dalam mendukung ibu-ibu menyusui, itu kita lakukan kolaborasi,” kata dokter Diana.

 

Acara yang diselenggarakan oleh Kendangsari Hospital berkolaborasi dengan AIMI JATIM & Tunjungan Plaza Surabaya berlangsung hangat diikuti oleh 150 pasangan muda, ayah dan ibu yang sedang menyusui dan ada pula ibu hamil mengingat menyusui bukan hanya tanggung jawab seorang ibu, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. 

 

Dokter Diana berpendapat motivasi utama menyusui ada pada ibu, kemudian dilanjutkan dukungan dari ayah, keluarga, tenaga kesehatan, masyarakat, dan fasilitas pelayanan kesehatan yang sangat berperan dalam menciptakan lingkungan yang nyaman dan mendukung bagi ibu agar mampu memberikan ASI terbaik bagi buah hatinya.

“Karena menyusui core-nya itu kan bayi dan ibu, jadi ibu adalah yang pemegang role paling utama memang. Jadi motivasi awalnya dari dirinya ibu sendiri, kemudian di sekitarnya ada orang terdekat yaitu ayah, lebih jauh lagi keluarga besar yaitu nenek, kakek dan keluarga sekitarnya. Dan kemudian makin besar lagi lingkungan masyarakat termasuk disitu ada tenaga kesehatan, ada teman-teman kerja, atasan, dan teman-teman mereka,” kata dr. Diana.

Dokter Diana berharap melalui kegiatan ini, kita semakin menyadari bahwa mendukung menyusui berarti turut membangun generasi yang lebih sehat, kuat, dan berkualitas di masa depan menuju Indonesia emas 2045.

Sebagai institusi pelayanan kesehatan, Kendangsari Hospital berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan ibu dan anak, memperkuat edukasi laktasi, serta memberikan pendampingan agar setiap ibu mendapatkan kesempatan dan dukungan untuk menyusui dengan optimal. Selamat memperingati Pekan Menyusui Sedunia 2026. Mari bersama-sama memperkuat apa yang telah berhasil dan terus memberikan dukungan terbaik bagi ibu dan bayi.

(Yosan)