twitter  
Profil  

Selasa, 06 Oktober 2026 | 14:29 wib
Dies Natalis ke 10 Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra Berikan Layanan Khitan Masal dan Papsmear Gratis di Surabaya Barat
 
 

Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra Surabaya mengadakan kegiatan pengabdian masyarakat berupa layanan papsmear dan edukasi pencegahan kanker serviks gratis kepada masyarakat di Puskesmas Made Surabaya pada hari Sabtu, 3 Oktober 2026.

Acara tersebut diikuti sekitar 40 ibu - ibu yang berdomisi di wilayah kelurahan Made, kecamatan Sambikerep. Dokter Maria Natalia Sp.A selaku ketua koordinasi Pengmas Dies Natalis ke 10 Universitas Ciputra mengatakan kegiatan ini menjadi bukti bahwa Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra memberikan dedikasinya untuk masyarakat khususnya di wilayah Surabaya Barat agar lebih memahami tentang pencegahan penyakit kanker serviks.

 

“Sebagai salah satu yang kita unggulkan dari School of Medicine Universitas Ciputra Itu terkait dengan preventif dan promotif. Nah selaras dengan itu, maka dari itu kita lebih banyak melakukan terkait dengan edukasi dan pencegahan. Daripada terkena sakitnya kan lebih baik kita cegah duluan ya,” kata dokter Maria.

Selain pemberian papsmear, dokter Maria juga mengatakan ada layanan konsultasi tentang kesehatan reproduksi bersama dokter Obgyn dan skrining HPV. Upaya tersebut dilakukan sebagai langkah pencegahan dan mengurangi angka kasus kematian akibat kanker serviks.

“Ada dokter spesialis obstetri ginekologi, juga dilanjutkan dengan screening HPV DNA dan juga pap smear. Jadi kita meng-guide Puskesmas Made supaya melakukan pemeriksaan secara integrasi. Saya berharap bahwa kegiatan ini tidak berhenti disini. Tapi kita bisa melakukan kegiatan yang berkesinambungan. Dan bahkan kita bisa melakukan preventif dan pencegahan terkait dengan penyakit-penyakit lain, yang mungkin bisa dicegah tanpa nanti kita harus mengobati penyakitnya. Jadi menurunkan banyak sekali angka mortalitas dan morbiditas,” pungkas dokter Maria.

 
 

Disisi lain, Khitan Masal juga diselenggarakan di Gedung Lantai 3, Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra Surabaya. Dihari yang sama, ada 15 peserta usia anak - anak yang mendaftar untuk mengikuti Khitan / Sunat gratis. Dokter Natalia Yuwono selaku Ketua Pengmas Khitan Masal mengatakan perserta yang hadir terlebih dahulu telah mendafatar dan sudah melalui skrining.

 
 

“Pertama kali screening pesertanya, karena sebelumnya kan pesertanya sudah mendaftar via G-Form gitu ya. Terus kemudian setelah kita screening, apakah ini kondisi yang diperbolehkan untuk dilakukan sunat, terus kemudian juga kita minta inform concern kesediaannya setelah kita jelaskan semua resikonya. Setelah mereka bersedia, nah kemudian kita berikan juga obat anti nyeri, terus kemudian kita lakukan tindakan sunat,” kata dokter Natalia.

Proses khitan berlangsung 30 menit hingga 60 menit bergantung pada kondisi pasien. Pasca dikhitan, edukasi pun diberikan kepada orang tua agar anak terhindar dari infeksi supaya proses penyembuhan berlangsung cepat.

“Kita juga berikan edukasi gitu, jadi edukasi bagaimana pasca sunat, bagaimana perawatannya, menjaga kebersihan supaya tidak terjadi infeksi saluran kemi seperti itu. Sama dikasih edukasi dan obat pulang gitu. Dan nanti kontrol lagi 3 hari kesini,” kata dokter Natalia.

Dalam Pengmas Khitan Masal kali ini, menurut dokter Natalia kebanyakan pendaftar berdomisili di sekitar area Puskesmas Made dan Puskesmas Jeruk Surabaya, namun ada banyak juga pendaftar dari kawasan dukuh kupang dan simo surabaya yang mengetahui informasinya lewat group pesan instan. Dokter yang dilibatkan pun meliputi dokter spesialis bedah, spesialis bedah plastik, hingga spesialis urologi. 

“Jadi memang (dokternya) dikhususkan untuk sirkum (sunat). Jadi memang ya pasti untuk pelayanannya top lah ya di sini gitu, walaupun gratis. Jadi kan sekarang kita tahu sirkum juga gak murah ya, in this economy lagi gitu. Jadi harapannya juga kita jadi semakin berdampak terhadap masyarakat sekitar, kita di daerah barat, jadi kita semakin berdampak terutama di daerah Surabaya Barat, kata dokter Natalia.

 

Setelah mendapat khitan gratis, anak - anak juga mendapatkan sarung, celana dalam khusus  khitan, dan beberapa obat dan produk sponsor. “Oh iya, kalau di sini kita juga dapet sarung, terus kemudian dapet juga CD Khitannya, jadi kan memang yang ada tempurungnya kayak gitu, kebetulan juga ada sponsor, jadi ada satu set makan minum gitu, alat makan plastik gitu ya. Terus kemudian kita kasih juga obat ulangnya, antibiotiknya, anti nyerinya untuk selama 5 hari, dan kita juga suruh kontrol dalam 3 hari setelah tindakan,” tutup dokter Natalia.

Sementara Dr. dr. Salmon Charles P. T. Siahaan, Sp.OG, dokter yang akrab disapa dokter Charles selaku Ketua Panitia Dies Natalis Pertama, Ulang Tahun Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra ke 10 ini, juga menambahkan bahwa kegiatan Pengabdian Masyarakat Khitan Masal dan Papsmear Gratis menjadi salah satu rangkaian acara Dies Natalis Fakultas Kesehatan Universitas Ciputra ke 10. Bahkan menurutnya selain kegiatan Pengmas, ada juga Seminar Internasional, Gala Dinner, hingga berbagai lomba tentang kesehatan yang berlangsung Januari 2027 mendatang.

“Jadi, kami harapan nanti dari papsmear ini dan sunat masal ini, bisa memberikan (layanan) kesehatan masyarakat lebih tinggi lagi di daerah sekitar Universitas Ciputra. Dan bisa kita mencegah kanker serviks serta gangguan-gangguan pada reproduksi pria juga lewat sunat masal,” kata dokter Charles.

 
 

Dokter Charles berharap program ini bisa mempunyai dampak positif terhadap kota Surabaya khususnya dan juga meluas di seluruh Indonesia. “Dan ini bisa kita jadikan sebagai proyek kedepannya untuk membuat atau memberikan kesehatan reproduksi bagi pria dan wanita terhadap reproduksinya,” pungkas dokter Charles.

(Yosan)