twitter  
Profil  

Rabu, 26 September 2012 | 05:00 wib
Tanda Jantung Bocor pada Anak

Jumlah pasien jantung bocor pada anak di Indonesia masih terbilang tinggi. Mengutip data Majalah Intisari pada Maret 2011 diketahui, setiap seribu anak lahir hidup di Indonesia, sembilan diantaranya mengidap jantung bawaan yang dikenal sebagai jantung bocor atau jantung biru.

 

Menurut dr I Ketut Alit Utamayasa SpA (Spesialis Jantung Anak), penyakit jantung bocor disebabkan sekat pemisah antara bilik jantung kiri dan kanan tidak tertutup sempurna. Akibatnya darah kotor yang seharusnya tetap berada di bilik kanan, akan mengotori darah bersih di bilik kiri karena sekat yang tidak tertutup rapat.

 

Dalam siklus peredaran darah, darah yang baru saja mengalir ke seluruh tubuh disebut sebagai darah kotor. Darah kotor ini kata Alit akan tertampung di bilik kanan sebelum dialirkan ke paru-paru untuk ’’menghirup’’ zat asam yang berisi oksigen. Selanjutnya setelah dari paru-paru, darah berisi oksigen disebut sebagai darah bersih yang siap dialirkan ke bilik kiri untuk menuju ke seluruh tubuh. ’’Kalau lubang jantung dibiarkan terbuka, ini akan membebani paru dan kerja jantung di bilik kiri,’’ kata Alit.

 

Tanda tercampurnya darah kotor dan bersih ini munculnya warna kebiruan pada kuku jari tangan dan bibir pasien. Menurut Alit, pertumbuhan anak dengan kebocoran jantungnya umumnya terganggu. Sistem pernafasannya menjadi berat, nafsu makan berkurang, berat badan di bawah normal, tampak lemah dan mudah capek, dan berisiko gagal jantung. Anak-anak dengan deteksi bocor jantung punya bentuk jantung yang tampak membesar bila dirontgen. Kondisi paru-paru yang terlalu banyak menampung darah kotor pun akan mengalami kenaikan tekanan darah di paru-paru. Gejala yang dirasakan seperti sesak nafas, lesu, dan wajah yang tampak kebiruan karena terlalu banyak menampung darah kotor.

 

Alit menyarankan, untuk setiap orang tua yang telah membaca gejala jantung bocor segera periksakan si kecil agar bisa dilakukan penyembuhan.

 

foto : Momaha