twitter  
Profil  

Selasa, 17 Maret 2015 | 20:00 wib
Inspirasi Laura Muljadi
Mata sendu dan warna kulit eksotis membuat Maria Agnes Laurencia Alexandra Muljadi tampil unik diantara model ternama Indonesia. Wanita yang lebih dikenal dengan nama Laura Muljadi ini sempat disangka berdarah India atau Arab karena warna kulitnya yang gelap. ''Saya peranakan Tionghoa. Kakek saya memiliki tinggi badan 1,9 meter dan kulitnya gelap,'' kata Laura yang memiliki tinggi badan 1,81 meter.

Laura sudah merintis karir di dunia model sejak usia 14 tahun. Tapi saat itu, orang tua Laura tidak mengijinkannya mengambil banyak pekerjaan karena khawatir pendidikan Laura terganggu. Di usia 17 tahun, Ibu Laura mulai mendaftarkannya ke sekolah model karena melihat Laura tak begitu percaya diri dengan tinggi badan dan warna kulitnya. ''Saat itu ayah tidak mendukung ide ini. Kata ayah saya, hanya ada 2 tipe wanita darimanapun mereka berasal. Wanita cantik dan wanita pintar,'' kata Laura saat ditemui di acara An Intimate Afternoon with Laura Muljadi di Ciputra World Surabaya (14/3).

Pada 2003 Laura mendapat beasiswa di Hogeschool Inholland Diemen, Belanda. Saat berkuliah Laura ternyata bekerja paruh waktu dengan menjadi pelayan. Satu diantara tamu restoran tempat dia bekerja ternyata Emilie Bouwman, pemilik agensi model Favourite Model. ''Dia bilang kalau saya bisa turunkan berat badan dalam 6 bulan, dia akan merekrut saya sebagai model paruh waktu,'' kata Laura. Caranya? Laura mengurangi karbohidrat dan makanan manis termasuk permen, Laura juga berhenti mengonsumsi kopi, serta rutin melakukan yoga, jogging, dan pilates. ''Saat itu berat saya 82 kilogram. Saya berhasil menurunkan berat badan sebanyak 33 kilogram. Saya sangat menghargai Emilie. Dialah yang melihat ada potensi tersembunyi dalam diri saya. Dialah yang memotivasi saya,'' kata Laura.

Dengan berjalannya waktu, Laura kembali ke Indonesia dan menjadi finalis Puteri Indonesia tahun 2006. Laura juga sempat menjadi The Best Model (Designer's Choice) di ajang Jakarta Fashion Week 2009. Laura juga berhasil meraih penghargaan A Talented New Model Award dari Amica Award pada 2010. Di tahun yang sama, Laura menjadi Icon of the Jakarta Fashion and Food Festival 2010. ''Di Eropa, semua model ternama harus melalui casting untuk bisa bergabung di acara besar. Bahkan untuk bisa mendapat kesempatan pemotretan di majalah juga butuh seleksi berkali-kali. Di Indonesia, selama model itu sudah dikenal mudah sekali untuk mendapat show. Inilah yang membuat seseorang akhirnya kurang respek dengan upaya orang lain. Saya menyayangkan itu,'' kata Laura yang juga menjadi Lifestyle Icon Ciputra World Surabaya untuk tahun kedua.