4 Pemicu Pubertas Dini Pada Anak Perempuan
|
Dibanding anak laki-laki, rata-rata anak perempuan di seluruh dunia mengalami masa pubertas lebih cepat. Menurut Dr Rose Girgis, pediatric endocrinologist dari Stollery Children's Hospital, Edmonton, bila anak perempuan anda mulai memperlihatkan pertumbuhan payudara pada usia 9 tahun, ini masih termasuk kategori normal. ''Sekitar 2 tahun setelahnya, biasanya ia akan mengalami menstruasi pertamanya,'' kata Girgis. Sebenarnya apa yang menyebabkan anak perempuan 'dewasa' lebih dulu dibanding anak lelaki. Inilah 4 ulasan Best Health.
Paparan zat kimiawi. Menurut Dr Mark Palmert, Kepala Divisi Endokrinologi dari The Hospital for Sick Children, Toronto, paparan zat kimiawi yang berasal dari lingkungan, makanan, hingga kosmetik, dapat berpengaruh terhadap munculnya pubertas dini. ''Senyawa kimia yang masuk ke dalam tubuh melalui aliran estrogen, memicu pertumbuhan payudara pada usia dini dan sinyal-sinyal pubertas lainnya pada anak perempuan,'' demikian jelas Palmert.
Stimulasi seksual dari media. Sebagian peneliti menemukan, stimulasi seksual yang diperoleh oleh anak-anak melalui media seperti majalah, film, televisi, hingga klip video musik, dapat berpengaruh pada munculnya pubertas dini. Menurut ahli, paparan media tanpa filter seperti ini dapat memicu adanya rangsangan seksual yang tidak terputus. Efek inilah yang akhirnya memicu tubuh anak untuk memberikan respons dari rangsangan tersebut.
Tren obesitas meningkat. Diakui atau tidak, berat badan berlebihan pada anak perempuan memicu munculnya pubertas dini. Hormon dari sel lemak yang terakumulasi di dalam tubuh menjadi penyebab kematangan organ wanita lebih dini.
Kecukupan nutrisi dan kesehatan. Yang satu ini bisa dibilang berita baik bagi para orangtua. ''Umumnya, seorang wanita butuh berat badan tertentu untuk bisa mengalami menstruasi. Anak-anak perempuan sekarang mendapat nutrisi yang lebih baik daripada anak seusianya pada beberapa dekade sebelumnya. Jadi, itu sebabnya anak sekarang dapat mengalami menstruasi lebih awal,'' kata Dr Franziska Baltzer, Direktur Program Anak-anak dan Ginekologi dari Montreal Children's Hospital.
