Pelajaran Bakat Anak dari Film Kungfu Panda 3
![]() |
Belajar bisa dari medium apa saja. Termasuk film. Teman SHE, Bukik Setiawan, pengamat pendidikan anak melalui portal bakat anak TemanTakita.com yang dikelolanya mengulas tentang 3 pelajaran bakat yang disampaikan film Kungfu Panda 3.
If you only do what you can do, you will never be more than you are now - Master Shifu. Setelah sejumlah petulangan yang diwarnai kemenangan, Po nampaknya telah puas diri. Ia dan lima kawannya bergaya, menunjukkan kemampuan kungfunya meski hanya untuk memesan makanan. Di tengah rasa bangga diri yang berlebih itu, Po ditunjuk menggantikan Master Shifu untuk menjadi guru kungfu. Sontak saja penunjukkan ini membuat Po terhenyak. Ia tidak siap menjadi guru kungfu. Latihan pertama yang dipandunya pun kacau.
Kekacauan latihan pertama membuat Po gundah dan rendah diri. Ia merasa dirinya tidak berdaya terutama ketika mendengar komentar dari orang lain. Pada titik itu, Master Shifu menyampaikan pesan bahwa ''Jika kamu melakukan apa yang bisa kamu lakukan, kamu tidak akan pernah bisa menjadi lebih baik dari kamu yang saat ini''. Alias jalan di tempat.
Menurut Bukik, pesan tersebut seolah menyampaikan pesan tentang pelajaran bakat. Bakat anak berkembang ketika mendapat stimulasi yang menantang. Bukan sekedar melakukan apa yang sudah mampu dilakukan anak. Anak perlu stimulasi untuk melakukan beragam aktivitas dan mendapatkan sendiri pelajaran dari aktivitas tersebut. Inilah 1 dari 7 penyebab tidak optimalnya pengembangan bakat anak, orangtua kurang memberi stimulasi yang beragam dan memadai.
I’m not trying to turn you into me. I’m trying to turn you into you - Master Shifu. Mengapa latihan kungfu yang dipandu oleh Po mengalami kekacauan? Karena Po menuntut murid-muridnya agar sesuai dengan kemauannya. Bukan karena membangkang, murid-muridnya justru sangat patuh mengikuti instruksi sang guru. Tapi sekeras apapun usaha murid, tetap tidak bisa sepenuhnya memahami pikiran sang guru.
Dalam pengembangan bakat, seringkali orangtua menuntut anak menjadi seperti dirinya. Atau lebih parah, menuntut anak memperbaiki kesalahannya di masa lalu. Semisal, ketika dulu prestasi di sekolah buruk, maka orangtua menuntut anaknya mendapat nilai sempurna di sekolah. Alasannya, jangan sampai anak mengalami hal buruk yang pernah dialami orangtua.
Pelajaran bakat kedua, tugas orangtua sebagai pendidik bukanlah membuat anak mengikuti kemauannya atau menjadi seperti dirinya. Orangtua perlu belajar memahami potensi anak dan membantu anak mengoptimalkan potensinya tersebut. Pendidik adalah orang yang membantu seseorang untuk menjadi dirinya sendiri, untuk menyadari dan bangga terhadap jati dirinya.
You guys, your real strength comes from being the best ''you'' you can be. So who are you? What are you good at? What do you love? What makes you, ''you''? - Po. Ketika berbagai usaha telah menemui jalan buntu, Po akhirnya menyadari makna misinya menjadi seorang guru. Ia tidak mengulangi lagi cara yang digunakan pada latihan pertama. Tiba-tiba ia menyadari hal penting dari pengamatannya selama ini, bahwa setiap panda mempunyai kegemaran unik. Alih-alih menyuruh untuk menirunya, Po justru meminta setiap panda melakukan kegemaran masing-masing.
Apa hasilnya? Setiap panda gemar berlatih. Setiap panda mencoba kegemarannya dan berusaha meningkatkan kemampuannya. Terlebih Po memberi umpan balik sehingga setiap panda tahu apa yang masih perlu dikembangkan lagi.
Pelajaran bakat ketiga, mulailah dari kegemaran anak, mulailah dari apa yang telah baik dilakukan oleh anak, mulailah dari aktivitas yang menggambarkan keunikan anak kita. Itulah tiga pelajaran bakat dari film Kungfu Panda 3.

