Waspadai Menjadi Sosok yang Melakoni Overparenting
|
Memaknai rasa sayang terhadap anak terkadang tanpa disadari membuat orang tua melakukan banyak pengawasan dan pembatasan akan hal-hal yang ingin dicoba oleh anak, yang ternyata dapat menurunkan kepercayaan diri anak untuk mengamati dan mengeksplorasi hal-hal di sekitarnya. Menurut pendidik di Rumah Main Cikal Bandung, Naura Thifaldhia Chrissandi hal tersebut memiliki istilah overparenting.
Kecenderungan orang tua yang menjadi overparenting dapat dilihat dari berbagai alasan, antara lain dari keinginan memberikan yang terbaik bagi anak, pengalaman masa lalu yang menjadi cerminan masa kini kala menjadi orang tua, telah lama menunggu kehadiran anak selama bertahun-tahun, dan lain sebagainya.
Ciri-ciri overparenting yang harus dikenali :
1. Pengawasan anak berlebihan
Dalam ciri pertama, orang tua yang mulai memasuki zona overparenting akan terus-menerus mengawasi anak agar anak tidak terluka atau merasakan ketidaknyamanan.
2. Pengambilan keputusan dilakukan sepihak oleh orang tua
Dalam hal ini, orang tua sering kali berupaya memastikan anak tidak mengambil keputusan yang salah dengan cara mengambil keputusan untuk anak secara sepihak. Di kondisi ini, orang tua akan memiliki asumsi, tahu segalanya, dan tahu pilihan terbaik bagi anak.
3. Terlalu mengatur anak
Memiliki kekhawatiran akan pemetaan minat bakat yang kurang sesuai tentu hadir dalam diri orang tua, namun, sayangnya, kekhawatiran itu menjadi permulaan akan keinginan orang tua terlibat dan mengatur keseluruhan aktivitas serta pengembangan diri anak. Hali ini akan berakibat bagi ketidaknyamanan dan tekanan dalam tumbuh kembang dan kesehatan mental anak.
4. Ketakutan anak mengalami kegagalan
Memahami bahwa dalam hidup ada berbagai fase yang berjalan, termasuk bagi anak adalah hal yang seharusnya dimiliki oleh orang tua. Namun, sayangnya orang tua dengan karakter overprotective dan cenderung melakukan overparenting akan selalu merasakan ketakutan akan perjalanan anaknya sendiri.
5. Mengatur cara orang lain memperlakukan anak
Poin kelima yang menjadi ciri dari overparenting adalah terlalu mengatur bagaimana orang lain memperlakukan anak. Poin ini tentu berkaitan dengan poin lainnya, di mana kekhawatiran orang tua menjadi pemicu yang berlebihan akan setiap fase kehidupan anak.
Setelah memahami pengertian dan ciri –ciri overparenting, tentu hal yang perlu diperhatikan adalah kemungkinan memiliki tendensi tersebut. Memahami bahwa keinginan orang tua selalu ingin memberikan terbaik bagi anak karena anak sangat berharga akan dapat memicu tanda-tanda overparenting tersebut. Di sinilah peran orang tua dapat mengelola langkahnya, dan memberikan kepercayaan melalui kesepakatan bersama misalnya, atau memberikan ruang bagi anak untuk tetap bertumbuh dengan pengawasan yang sesuai dan tidak berlebihan agar anak tumbuh seutuhnya.
(Republika)

