Kenali Apa Itu Fase Kritis Demam Berdarah dan Update Pencegahannya
|
Saat ini penyakit demam berdarah masih menjadi satu penyakit yang cukup meresahkan bagi orang tua. Betapa tidak, kalau kita lihat dari angka kasusnya sampai saat ini tidak pernah turun bahkan angka kematian akibat penyakit ini sangat mengkhawatirkan. Inilah yang mendasari RSIA Kendangsari MERR Surabaya mengajak para orang tua sharing dan belajar lebih dalam tentang mengenal demam berdarah dan pencegahannya.
Acara yang diselenggarakan Sabtu, 16 Agustus 2025 tersebut diikuti puluhan peserta dan menghadirkan dr. Leny Kartina, Sp A (K), dokter spesialis anak dari RSIA Kendangsari MERR. Dalam obrolannya dokter Leny menyampaikan penting sekali buat masyarakat untuk tahu bagaimana kita bisa mengenali gejala awal dan kapan kita harus bawa ke rumah sakit.
|
"Jangan sampai lagi ada korban ya, masyarakat salah memahami panas harus ada pendarahan baru ke rumah sakit, padahal yang harus dipahami, gejala demam, mual, tidak mau makan, pusing itu sudah mulai harus waspada ya," kata dr Leny.
Masyarakat harus paham tanda bahaya dari penyakit demam berdarah. Menurut dokter Leny, tanda bahaya pada demam berdarah muncul saat mulai mengawali fase kritis.
"Jadi di demam berdarah itu ada fase demam yang biasanya mulai hari pertama, kedua, dan ketiga itu demamnya tinggi banget. Terus ada hari kelima, keempat, kelima, keenam itu fase kritis," kata dr Leny.
|
Pada fase kritis disebut tanda bahaya dan harus segera ke rumah sakit. Sementara tanda yang muncul adalah nyeri perut hebat, muntah yang makin sering atau makin banyak, panas tubuh tiba - tiba turun atau panas yang tidak turun sama sekali dan diikuti tanda pendarahan berupa mimisan, gusi berdarah, bahkan adanya penumpukan cairan atau kebocoran plasma yang menyebabkan trombosit turun mendadak.
"Fase kritis kalau itu kita cuekin aja resikonya shock, shock itu kalau nggak dikenali dan tidak diatasi kemungkinan resiko perdarahannya akan sangat tinggi dan bisa berbahaya pada nyawa," kata dr Leny.
Dokter Leny juga menjelaskan prinsip pengobatan pada penderita demam berdarah adalah cairan yang utamanya manis untuk menambah energi pasien. "Teh manis boleh, sirup boleh, air madu boleh, jus boleh, sup boleh. Karena fase kritis ini kemungkinan terseringnya memang nggak bisa makan dan nggak bisa minum, harus di infus mengganti cairan," kata dr Leny.
Dalam penyampaian materinya, tak lupa dokter Leny pun mengingatkan soal vaksin demam berdarah apakah dirasa perlu. Menurutnya vaksin itu dibuat karena memang ada penyakit yang tidak ada obat, misalnya ada penyakit yang gampang cepat jadi parah, ada penyakit yang bikin cacat.
|
"Demam berdarah karena nggak ada obatnya, vaksin ini menjadi satu poin yang penting karena kalau pun nanti ada nyamuk yang gigit kitaa, anti bodynya udah siap, seandainya terinfeksi itu gejalanya ringan, dan memang sangat diharapkan bisa masuk menjadi program imunisasi nasional," tutup dr Leny.
(Yosan)




