twitter  
Profil  

Senin, 20 Oktober 2025 | 10:23 wib
Cetak Chef dan Foodpreneur, Akademi Sages Dorong Lulusan Siap Kerja
 

Dunia kerja semakin kompetitif menuntut lembaga pendidikan untuk tidak hanya menghasilkan lulusan yang unggul secara akademis, tetapi juga memiliki keterampilan yang relevan dengan kebutuhan industri, seperti halnya mencetak chef dan foodpreneur yang unggul melalui pendidikan kuliner berbasis kewirausahaan.

Akademi Sages meluluskan 81 wisudawan yang siap menghadapi industri kuliner dengan daya saing tinggi. Co-Founder Akademi Sages, Mr. Kim Sangki berharap para lulusannya tidak hanya berkarier sebagaii chef professional di berbagai restoran ternama, tapi juga sukses berkarir sebagai foodpreneur yang mampu menghadirkan inovasi kuliner lokal dan internasional. “Mahasiswa dibekali  dengan ketrampilan teknis memasak, manajemen dapur, serta strategi bisnis kuliner yang komprehensif,” ujarnya yang disampaikan lewat layar virtual di Vasa hotel, Kamis (16/10/2025).

Sages sebelumnya sudah menghasilkan 68% mahasiswa dan sudah terserap di industri sebelum mereka lulus berkuliah.Wisuda ini menyoroti keberhasilan para lulusan dalam meniti karir karir sebagai chef professional dan foodpreneur muda.

Seperti kisah, Christin yang mengangkat tentang pemanfaatan ubi ungu yang bebas gluten dan mendapatkan IPK 3,65. Ke depan Christin ingin kembali ke daerah asalnya di NTT dan mengembangkan bisnis makanan keluarganya. Selain itu, ada Michael yang sudah menjalankan usaha sendiri yaitu toko roti Breadlicious. Usaha ini merupakan project magang dan tugas akhir bagi Michael sebagai syarat kelulusan, namun hingga saat ini breadliciuos sudah mendapatkan pesanan hingga menembus pasar luar kota Surabaya.

 
 

Di depan para wisudawan, Hariyanto, Kepala Bidang Pariwisata dan Ekonomi Kreatif menyampaikan Jawa Timur punya potensi besar apalagi kuliner, misalnya dari lodho ada Trenggalek, rawon dari Probolinggo, rujak cingur Surabaya, krawu dari Gresik  dan lainnya. Menurutnya ini kuliner yang harus dilestarikan. Hariyanto menyebut tiga hal besar yang harus diperhatikan untuk para wisudawan. 

Pertama, untuk menjadi innovator rasa di dunia kuliner, karena selalu menuntur krativitas tanpa batas. Kedua, pemanfaatan digitalisasi utamanya pemasaran digital agar produknya makin dikenal luas. Ketiga, kuliner bukan sekedar bisnis rasa tapi ekspresi budaya yang membangun citra bangsa. 

Kepada para wisudawan, ia berpesan. “Hari ini bukan akhir dari perjalanan tapi awal dari kontribusi Anda di bidang kuliner dan pariwisata,”pungkasnya. 

(Manda)