twitter  
Profil  

Jumat, 17 April 2026 | 09:47 wib
Saat Kreativitas, Teh dan Talenta Bertemu Dalam Dilmah Mixology Playoff 2026
 
 

Ruang bertemu dengan berbagai cerita, latar belakang, dan kreativitas tentang teh baru saja digelar, dalam “Dilmah Mixology Playoff” yang bukan sekadar kompetisi. Ada 40 peserta dari berbagai wilayah Indonesia berkumpul untuk menunjukkan interpretasi terbaik mereka dalam dunia mixology berbasis teh.

Eliawati Erly Vice President PT David Roy Indonesia mengatakan kompetisi ini menjadi pembuktian dari kreativitas para peserta menyajikan racikan teh terbaik yang dipadukan dengan bahan lain berbasis kearifan lokal yang bertujuan agar dikenal secara mendunia.

 

“Dilmah Mixology ini benar-benar men-challenge peserta dalam menciptakan minuman, kali ini tantangannya mix dengan bahan - bahan lokal, nantinya pun performance mereka bisa dilihat secara internasional dan membuka peluang menjadi bartender kelas dunia,” kata Erly. 

Kompetisi Dilmah Mixology Playoff 2026 digelar di Echo Lounge, Aloft Surabaya Pakuwon City pada Rabu (15/4). Tidak sekadar lomba, ajang ini menjadi ruang bertemunya berbagai latar belakang dan perspektif, yang justru melahirkan energi baru dalam mengolah teh menjadi minuman modern yang relevan dengan tren industri.

 
 

Kata Erly, antusiasme peserta dari tahun ke tahun terus meningkat. Tahun ini, ada 40 yang mendaftar namun 3 antaranya didiskualifikasi sehingga tersisa 37 peserta yang berkompetisi.

“Tentu kami punya kualifikasi tersendiri, sehingga jika tidak lolos nantinya belum bisa ikut bertanding, karena pemenang nantinya akan mendapatkan sertifikat, medali, serta kesempatan menggunakan produk Dilmah selama enam bulan sebagai bagian dari pengembangan profesional mereka,” Kata Erly.

Tahun ini, kompetisi hadir dengan konsep yang lebih inklusif. Tidak hanya diperuntukkan bagi existing customer, namun juga memberikan ruang lebih luas bagi para pelaku industri, profesional, maupun talenta baru di dunia mixology.

 
 

Galang, salah satu peserta dari Anonimo Lounge Hotel JW Marriot Surabaya misalnya, berkesempatan memamerkan kreativitasnya dengan memadukan teh dan cita rasa kuliner nusantara berupa sinom dan kue manco khas Madiun. 

“Saya terinspirasi dari warisan budaya nusantara seperti sinom dan manco cake asal Madiun. Jadi sinom untuk cocktail dan Manco Cake untuk mocktail. Satu bulan bikin inovasinya, kenapa Sinom karena bahannya mudah, enak dan gampang diolah. Manco Cake dari Madiun karena salah satu dewan juri, pak Agung asal Madiun. Harapannya cari pengalaman ya, dan optimis bisa menang karena baru pertama ikut kompetisi Dilmah ini,” kata Galang.

 
 

Sementara Agung Prabowo, Mixologist Indonesia yang menjadi salah satu juri mengaku takjub dengan kemampuan peserta yang setiap tahunnya selalu memiliki inovasi dan kreativitas yang bertambah.

“Kualitas peserta mengalami peningkatan signifikan dibanding tahun-tahun sebelumnya. Dari segi teknik preparation, sekarang sudah jauh lebih modern. Peserta tidak hanya menyajikan minuman, tetapi seperti chef yang menghadirkan karya berkualitas dalam bentuk minuman teh,” kata Agung.

Perbedaan pengalaman, gaya, hingga perspektif inilah yang justru melahirkan energi baru, mendorong inovasi, keberanian bereksperimen, dan redefinisi bagaimana teh dapat diolah menjadi karya mixology yang modern dan relevan.

Jay Gray, perwakilan juri internasional yang merupakan pakar mixologist global menambahkan penilaian secara keseluruhan ada pada empat kategori penilaian tertinggi, diantaranya rasa, aroma, dan finishing. Selain itu, juga dilihat bagaimana konsep, sejarah minuman, serta apakah racikan tersebut bisa direplikasi di bar.

 

"Bagaimana cara mereka melakukan percampuran, kreativitas, kemudian faktor aroma dan rasa. Karena basisnya teh, rasa teh di dalamnya tidak boleh hilang. Serta sejauh mana inovasinya itu dapat disajikan di bar mereka masing-masing. Apakah dapat diterima oleh penikmat atau tidak," kata Gray.

Dilmah Mixology Playoff 2026 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sebagai wadah untuk mendorong perkembangan industri minuman berbasis teh di Indonesia, sekaligus memperkenalkan inovasi dalam teknik dan presentasi mixology yang terus berkembang. Dari sinilah ide bertemu teknik, dan passion bertemu peluang.

(Yosan)