500 UMKM Mojokerto Dapat Sertifikasi Halal Untuk Dongkrak Daya Saing
|
Demi meningkatkan daya saing kualitas produk, PT Ajinomoto Indonesia berkolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten Mojokerto melakukan akselerasi sertifikasi halal bagi 500 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM). Hadir bersama Pusat Halal Universitas Airlangga (Unair) Surabaya sebagai fasilitator, kolaborasi ini diharapkan dapat menjamin kualitas produk terhadap konsumen.
Samsul Bakhri Direktur PT Ajinomoto Indonesia mengatakan tahun ini pihaknya menargetkan kuota 500 UMKM untuk mendapat fasilitas sertifikasi halal. Selain pendampingan secara menyeluruh, pihaknya pun juga membiayai dan mengedukasi hingga produk siap dipasarkan.
“Selain pembiayaan, kami memberikan pendampingan menyeluruh bersama LP3H Unair, mulai dari edukasi proses jaminan halal hingga produk tersebut benar-benar siap dipasarkan,” kata Samsul, saat kami temui dalam acara tersebut di Pabrik Ajinomoto, Mojokerto, Kamis (30/04).
Sertifikat halal saat ini telah menjadi standar kualitas global. Artinya sertifikasi halal juga menjadi pintu masuk bagi produk UMKM supaya menembus pasar global dalam mendukung mendukung ekosistem muslim-friendly tourism di Indonesia. Kini banyak negara-negara non muslim yang melakukan sertifikasi yang sama untuk produk makanan dan minumannya.
Ditemui di acara yang sama, Abdul Rahem Ketua Pusat Halal Unair menjelaskan persaingan global sekerang terletak pada sertifikasi halal karena adanya ini produk UMKM terjamin kualitasnya
“Halal itu yang terbaik karena semua persyaratan proses harus tuntas dulu baru sertifikat terbit. Jika produk UMKM kita tidak segera disertifikasi, mereka bisa tersisih dari persaingan global,” kata Abdul.
|
Sementara Muhammad Albarra Bupati Mojokerto menambahkan, saat ini Pemerintah Mojokerto terus mengejar sertifikasi mengingat pemerintah pusat telah membuat regulasi, yang mewajibkan UMKM mengantongi sertifikat halal per 17-18 Oktober 2026 mendatang. Pria yang akrab disapa Gus Barra ini juga merinci ada 142.000 UMKM di Mojokerto, baru sekitar 16.900 pelaku usaha yang mengantongi sertifikat halal.
|
“Kita ingin konsumen merasa nyaman dan tenang saat mengonsumsi produk UMKM Mojokerto karena ada kepastian kehalalannya,” kata Gus Barra.
Kegiatan ini pun juga ditandai dengan penandatanganan MoU dukungan sertifikasi halal antara berbagai unsur pentahelix dalam memastikan kuota sertifikasi di Jawa Timur yang mencapai 95.000 UMKM dapat terserap maksimal. Diharapkan program ini dapat mendongkrak daya saing produk UMKM lokal yang berkelanjutan, sekaligus memudahkan masyarakat menemukan produk yang terjamin kualitasnya.
(Yosan)



