twitter  
Profil  

Senin, 18 Mei 2026 | 13:12 wib
Day 2 SSFF 2026 : Saat Wastra Nusantara dan Budaya Nampak Sporty
 

Surabaya Sport Fashion Festival atau SSFF 2026 memasuki hari ke 2 di Linear Atrium Ciputra World Surabaya pada Sabtu, 16 Mei 2026. Sejumlah penampilan dibuka oleh KU-SEMAI, IFC–Indonesia Fashion Chamber, Tri Mutmainnah x Dwi Nur Salsabila Putri x Maharani Anggun Widjaja Ningtyas, Surabaya Jersey, Batik Ujong, Persana Jawa Timur (Dizza Batik, VHE, NU2NG), Corenation Activewear, hingga penampilan musik tradisional angklung dan fashion show dari Angklung La Femina. 

Cerita menarik datang dari Damia Shoes yang berkolaborasi dengan KU-SEMAI, menghadirkan sepatu batik modern. Menurut Rizka Chika selaku Co-founder Damia Shoes, ide berawal dari besarnya potensi industri alas kaki di Jawa Timur.  “Jawa Timur sendiri menurut data statistik adalah salah satu produsen alas kaki terbesar di Indonesia. Seperti Tanggulangin hingga para artisan sepatu di Surabaya yang bikin muncul ide kenapa tidak membuat sesuatu yang modern tetapi tetap memasukkan unsur budaya melalui aksen kain batik di sepatu,” kata Rizka Chika.

Dalam penampilannya di Surabaya Sport Fashion Festival 2026, Damia Shoes menghadirkan delapan look koleksi sepatu batik unisex. Rizka menyebut konsep unisex menjadi ciri khas Damia Shoes karena produk mereka dapat digunakan oleh perempuan maupun laki-laki.

 
 

“Kebanyakan sepatu batik identik dengan fashion perempuan seperti heels batik, sedangkan di Damia modelnya unisex. Jadi bisa dipakai cewek maupun cowok,” pungkas Rizka Chika.

Disisi lain ada Batik Ijong yang menampilkan enam koleksinya terbarunya. Bambang Sunjaya selaku Desainer dari Batik Ijong menjelaskan sebagai pengusaha fashion, pasar baju olahraga banyak diminati namun ada tantangan yang harus dihadapi sebagai seorang pengerajin batik untuk SSFF 2026.

"Jadi, kalau untuk menambahkan dari bahan, bahan poliester, namanya kan ini pakai bahan poliester, kalau kaos kan ada bahan katun, ada poliester juga. Lah itu kita cuma hanya menambah-nambahkan, agar menambah-nambahkan kain wastra itu ke dalam, dalam t-shirt-nya aja," kata Bambang.

 
 

Hanya saja tantangannya adalah bagaimana model baju yang diproduksi terlihat lebih trendi dan keren saat ditambah wastra. Bambang juga terus mengikuti perkembangan tren fesyen, termasuk wastra di dunia sport. Sehingga karya dari Batik Ijong bisa diterima di pasaran.

Melalui penyelenggaraan SSFF 2026 yang diadakan oleh Vante Management, Damia Shoes, Batik Ijong maupun produk UMKM lainnya diharapkan mampu memperkuat posisi Surabaya sebagai salah satu kota kreatif di Indonesia yang terus menghadirkan inovasi di bidang fashion dan lifestyle, sekaligus menjadi ruang berkembang bagi para desainer, brand, dan pelaku industri kreatif tanah air.

(Yosan)