Serunya Lomba Agustusan di Rumah Anak Prestasi Sonokwijenan Surabaya
|
Memperingati hari kemerdekaan RI ke 81 tahun, LaRitta Bakery menggelar acara LaRitta Masuk Kampung diberbagai daerah yang memiliki cabang toko roti tersebut. Menariknya pada hari Kamis, 27 Agustus 2026, acara tersebut diselenggarakan di Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan Kota Surabaya.
M. Faris Rizal selaku Manager Marketing LaRitta Bakery mengatakan program LaRitta Masuk Kampung diadakan selama bulan agustus, melalui mekanisme ‘giveaway’ di media sosial TikTok dan Instagram yang diikuti 500 peserta seluruh Indonesia, kemudian peserta yang terpilih akan didatangi tim LaRitta Masuk Kampung untuk berkegiatan lomba Agustusan.
“Kita pilih kampung-kampung. Surabaya itu ada 6, Sidoarjo ada 3, Tanggerang ada 2. Termasuk ini satu ya, RAP (Rumah Anak Prestasi). Kita memang brand yang hadir dari Surabaya juga bisa mendekatkan diri ke orang tua, sebagai kegiatan edukatif untuk anak-anak di sini,” kata Faris.
Khusus di RAP Sonokwijenan, LaRitta Masuk Kampung menyediakan hadiah yang berbeda untuk anak-anak peserta lomba, termasuk pemilihan lomba dan semua bisa dapat hadiah. Faris mengatakan hal tersebut dilakukan karena tujuannya menyenangkan hati mereka.
|
“Kita di sini tidak melihat siapa juara-juaranya. Jadi menang-kalah tetap kita kasih hadiah. Lombanya di sini ada makan donat, terus nanti menyusun gelas, sama yang terakhir nanti ibu-ibunya juga kita libatkan. Biar sama-sama antusiasnya juga ada. Total ada 82 peserta dan kegiatan semacam ini baru pertama ya dari LaRitta,” jelas Faris.
Sementara Rumah Anak Prestasi (RAP) Sonokwijenan ini didirikan oleh Eri Cahyadi Walikota Surabaya sebagai bagian dari Surabaya Kota Layak Anak yang digunakan untuk menampung anak-anak disabilitas Kota Surabaya. Ashmadun S.M selaku Pembina Rumah Anak Prestasi Sonokwijenan Kota Surabaya mengatakan ada 4 lokasi didirikannya Rumah Anak Prestasi di Surabaya yang bertujuan untuk memudahkan warga mendapatkan layanan. Mulai dari terapi bicara, okupasi perilaku, fisioterapi hingga pelatihan keterampilan seperti menjahit dan sebagainya.
“Yang ikut pelatihan keterampilan maupun yang diterapi kesehatan itu hampir kurang lebih 400-an. Di Sonowijenan ini ada terapi bicara, okupasi perilaku, fisioterapi sama refleksi. Khusus warga ber-KK Surabaya, kalau usia sebenarnya undang-undangnya 0 sampai 18 tahun. Tetapi dengan kondisi disabilitas mental, meskipun usianya 25 tahun, tapi kan seperti anak-anak usia belasan. Itu tetap kita terima. Dan semuanya gratis. Semuanya ditanggung APBD Kota Surabaya,” kata Ashmadun.
Ashmadun mengaku dengan adanya kegiatan LaRitta Masuk Kampung ini, seluruh anggota dari Rumah Anak Prestasi di Surabaya bisa berkumpul dan merasakan rasa kebersamaan dengan mengikuti lomba-lomba khas Agustusan.
|
“Kami sangat berterima kasih sekali. Tadi dari Dukuh Menanggal, dari Kedung Cowek, dari Nginden, semuanya hadir di sini. Dan semuanya antusias dengan kegiatan ini. Mudah-mudahan ke depannya, bisa rata di 4 RAP,” pungkas Ashmadun.
(Yosan)



