twitter  
Profil  

Senin, 26 Oktober 2026 | 11:34 wib
Edukasi yang Tepat Menjadi Kunci Memahami Perubahan Tubuh dan Tahu Kapan Harus Berkonsultasi dengan Tenaga Kesehatan
 

Memperingati Breast Cancer Awareness Month pada Oktober 2026, Adi Husada Cancer Center (AHCC) sebagai pusat layanan kanker terpadu kembali mengedukasi masyarakat mengenai pentingnya deteksi dini sekaligus mendampingi pasien dalam perjuangan mereka melawan kanker. Bersama Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Jawa Timur, AHCC mengadakan serangkaian acara inspiratif yang melibatkan partisipasi aktif dari masyarakat hingga komunitas pejuang kanker.

Dokter Silvia Haniwijaya Tjokro M.Kes, general manager AHCC mengatakan selama kampanye dilakukan, tantangannya selalu sama tiap tahun. Yaitu membangkitkan kesadaran masyarakat akan pentingnya pemeriksaan sejak dini, padahal angka meningkatnya kasus menunjukan ada peningkatan diusia muda.

"Kami mengajak orang yang awalnya tidak mau atau takut periksa menjadi mau melakukan pemeriksaan. Kalau diperhatikan, belakangan ini usia pasien yang terdeteksi terkena kanker payudara semakin muda," kata dr. Silvia saat kami temui dalam acara Patient and Community Gathering: Stronger Through Every Journey pada Jumat, 23 Oktober 2026 di Hotel kawasan Manyar, Surabaya.

Menurut dokter Silvia, kanker payudara tidak mengenal usia, bahkan faktor gaya hidup dan stress juga banyak menjadi pemicunya. Di Indonesia kasus pada anak muda dan remaja sudah ada di usia 18–20 tahun. Deteksi dini sangat penting karena sebagian besar kasus di Indonesia baru terdeteksi pada stadium lanjut.

"Kanker tak mengenal usia, adanya kampanye edukasi kanker payudara, harapannya kesadaran untuk melakukan pemeriksaan dini semakin meningkat karena rata-rata pasien yang datang sudah stadium 3 atau 4. Penyebabnya aktivitas fisik yang semakin berkurang, stres, dan ekonomi menjadi beberapa faktor pendukung," kata dokter Silvia.

Upaya edukasi kanker payudara, menurut dokter Silvia membutuhkan keterlibatan berbagai pihak, tidak hanya rumah sakit, tetapi juga puskesmas, sekolah, komunitas, dan tenaga kesehatan. Dengan begitu, informasi mengenai deteksi dini dapat menjangkau lebih banyak orang.

“Melalui edukasi yang tepat, masyarakat diharapkan lebih memahami perubahan pada tubuhnya dan mengetahui kapan harus berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Tidak semua sekolah memiliki fasilitas Unit Kesehatan Sekolah (UKS) yang memadai atau akses langsung terhadap tenaga medis untuk memberikan penjelasan mengenai kesehatan reproduksi dan deteksi dini kanker," jelas dr. Silvia.

Salah satu momen paling istimewa dalam acara ini adalah hadirnya peragaan busana spesial karya Sita Indonesia. Panggung catwalk menampilkan para model istimewa yang terdiri dari perwakilan Dokter Spesialis Onkologi Radiasi AHCC, Pasien Kanker Payudara, Komunitas Penyintas (Survivor) Kanker, dan Perwakilan Yayasan Kanker Indonesia (YKI). Kolaborasi lintas peran ini menjadi simbol nyata bahwa dalam menghadapi kanker, tidak ada jarak antara tenaga medis, pasien, maupun komunitas pendukung.

 

 
 

Dokter Silvia juga berpesan, semakin cepat penyakit terdeteksi, semakin besar peluang pasien mendapatkan penanganan yang tepat, termasuk ketika kanker ditemukan pada stadium awal. “Diharapkan masyarakat tidak takut untuk memeriksakan diri. Apalagi jika memiliki riwayat kanker dalam keluarga, kesadaran untuk melakukan pemeriksaan perlu lebih ditingkatkan,” pungkas dr. Silvia.

Sebelumnya, AHCC selama bulan oktober ini telah mengadakan rangkaian kegiatan kampanye bulan peduli kanker payudara, diantaranya sosialisasi kesehatan dan olahraga terbuka bersama masyarakat. AHCC melangsungkan Pink Support Movement di kawasan CFD Jalan Raya Darmo, tepat di depan Hotel Mercure Surabaya Grand Mirama. Aksi tersebut digelar sukses pada Minggu, 18 Oktober 2026, mulai pukul 06.00 WIB.

Kemeriahan senam Zumba yang penuh semangat menjadi ajang untuk mengajak masyarakat Surabaya menerapkan pola hidup sehat. Lebih dari sekadar olah tubuh, kegiatan ini turut menghadirkan pos pelayanan kesehatan di tempat demi memperkuat pemahaman warga mengenai pentingnya deteksi dini kanker payudara.

Beragam layanan sosial dan edukasi kesehatan juga dihadirkan dalam rangkaian itu. Di antaranya, layanan Pemeriksaan Payudara Klinis (SADANIS) yang ditangani langsung oleh tim medis Yayasan Kanker Indonesia (YKI) Cabang Koordinator Jawa Timur. Selain itu, hadir pula area Tree of Hope yang menjadi wadah simbolis bagi pengunjung untuk menyalurkan doa dan dukungan moral bagi para pejuang kanker.

(Yosan)