Salah Paham Soal Diet Menurunkan Berat Badan
|
Banyak orang berusaha menurunkan berat badan dengan mengikuti berbagai metode diet, namun sering kali terjebak dalam informasi yang tidak akurat. Kesalahpahaman tentang pola makan sehat justru bisa menghambat progres penurunan berat badan, bahkan berpotensi menyebabkan efek negatif bagi kesehatan. Nah, yuk cek dulu Bu tujuh mitos seputar diet yang sering disalahartikan, supaya kita memahami cara terbaik dalam mengelola berat badan secara efektif, dan yang penting bisa terus berlanjut.
Mitos #1 : Semua kalori adalah sama
Padahal tidak semua kalori adalah sama. Misalnya, kalori protein tidak sama dengan kalori karbohidrat. Karena itu, mengganti karbohidrat dan lemak dengan protein dapat meningkatkan metabolisme dan mengurangi nafsu dan selera makan sekaligus mengotimalkan fungsi beberapa hormon berkaitan dengan cara kita menjaga berat badan. Selain itu, kalori dari makanan utuh (seperti buah, sayuran, atau makanan sumber protein/ karbohidrat utuh) lebih mengenyangkan daripada makanan olahan.
Mitos #2 : Makanan tanpa lemak maupun rendah lemak boleh dikonsumsi dalam jumlah banyak
Makanan rendah maupun tanpa lemak juga dapat memiliki gula, pati, serta garam untuk menggantikan pengurangan lemak. Dengan begitu, makanan tersebut tetap memiliki kalori yang sama banyaknya atau bahkan bisa lebih banyak dari versi biasa. Cek label nutrisi dulu untuk mengetahui kalori per takaran saji.
Mitos #3 : Menurunkan berat badan itu proses yang sama dari awal hingga akhir
Pastinya tidak, dong. Berat badan yang naik-turun beberapa ons itu wajar. Terutama pada wanita, berat air dapat berfluktuasi selama siklus menstruasi sehingga dapat mengalami kenaikan berat badan ketika haid. Karena itu, mungkin saja di awal, berat badan kita cepat turun, tapi setelah beberapa bulan bisa saja berat badan 'stuck' di angka tertentu, padahal tujuan belum tercapai. Tetaplah konsisten melakukan modifikasi gaya hidup dan fokus pada proses menurunkan berat badan dalam jangka panjang.
Mitos #4 : Tidak sarapan membuat berat badan bertambah
Sarapan sehat dan lengkap dapat membantu menahan rasa lapar di siang hari. Namun belum ada penelitian yang menunjukkan bahwa melewatkan sarapan dapat menyebabkan penambahan berat badan.
Mitos #5 : Makan malam hari membuat berat badan bertambah
Bukan makan malam yang bikin berat badan naik, tapi makan terlalu larut malam yang bisa saja menambah berat badan karena berkalori tinggi. Misalnya, nih, camilan berkalori tinggi yang dikudap saat belum bisa tidur.
Mitos #6 : Kegemukan itu karena tidak bisa menahan lapar, bukan dari sananya
Kegemukan (overweight maupun obesitas) merupakan gangguan kompleks dengan banyak pemicu, tidak cuma karena tingginya kalori yang dimakan sementara kita jarang bergerak. Kegemukan bisa disebabkan oleh kondisi medis, seperti hipotiroidisme, PCOS, depresi, dan sebagainya.
Mitos #7 : Puasa membantu menurunkan berat badan dengan cepat
Tidak sehat jika berpuasa dengan tujuan menurunkan berat badan dengan cepat sehingga memaksakan diri untuk lapar sepanjang hari. Dibandingkan mereka yang kehilangan lemak dengan mengonsumsi lebih sedikit kalori, orang yang puasa berlebihan akan kehilangan lebih banyak massa otot daripada lemak. Badan lemas tapi berat badan tidak berkurang juga, rugi dong!
(Femina)

