Pentingnya Inovasi Kemasan Berkelanjutan Dukung Mitigasi Perubahan Iklim
|
Indonesian Packaging Federation (IPF) dan Programme for the Endorsement of Forest Certification (PEFC) mendorong kemasan produk ramah lingkungan dalam topik seminar mitigasi perubahan iklim melalui sertifikasi hutan lestari yang digelar di Surabaya, pada Jumat (13/6).
Henky Wibawa Executive Director IPF menekankan bahwa isu keberlanjutan kemasan erat kaitannya dengan pengelolaan sampah yang belum optimal di Indonesia. Permasalahan utama di Indonesia bukan mengenai teknologi, tapi pengumpulan dan pemilahan sampah yang tidak berjalan. “Masalah yang terjadi di kita sekarang adalah penanganan sampah sendiri belum terlaksana dengan baik,” kata Henky.
Menurutnya, sistem pengelolaan sampah memerlukan sinergi dari empat aspek penting, yaitu infrastruktur, pembiayaan, teknologi, dan tata kelola. Ia juga mendorong inovasi daur ulang, seperti teknologi mechanical recycling untuk botol PET. “Sudah ada anggota kami yang mempraktikkan ini, seperti Aqua dan lainnya,” kata Henky.
|
Ariana Susanti Business Development Director IPF menambahkan, untuk mendorong penggunaan kemasan ramah lingkungan, pihaknya juga mengajak para produsen, baik converter, percetakan kemasan, maupun perusahaan pemilik merek brand, untuk mengikuti kompetisi desain berkelanjutan. “Kategori sustainability package kembali menjadi sorotan utama,” kata Ariana.
Dari sisi bahan baku kemasan, Ragita Wirastri dari Indonesian Forestry Certification Cooperation (IFCC) menyoroti pentingnya edukasi penggunaan kertas dari hutan bersertifikasi. “Dengan menggunakan produk kemasan kertas yang berasal dari sumber hutan lestari, di dalamnya telah tercakup usaha-usaha yang dilakukan oleh perusahaan pengelola hutan tanaman industri dalam meningkatkan kapasitas hutan untuk menyimpan dan menyerap karbon,” kata Ragita.
Selain seminar, gelaran tersebut juga ada pameran. Daud Salim CEO Krista Media Exhibition menjelaskan, pameran diikuti oleh 180 peserta dari 9 negara, termasuk 30 industri kecil dan menengah dari Jawa Timur, Jawa Barat, dan Jawa Tengah. “Kami menargetkan pameran ini menjangkau pengunjung dari berbagai provinsi, termasuk industri hotel, restoran, kafe, jasa boga, dan hospitality,” tutup Daud.
(Press release)


