twitter  
Profil  

Kamis, 19 Juni 2025 | 11:00 wib
World Eye Donation Day 2025 : "Pahlawan Cahaya" dari Lintas Iman
 

Ibu, dalam rangka memperingati World Eye Donation Day, yang diperingati setiap tanggal 10 Juni, Cornea Donation Center (CDC) RS Mata Undaan (RSMU) Surabaya menggelar kegiatan kampanye kepedulian dan inklusivitas, membangun kesadaran publik tentang kebutuhan pasien kornea donor, pada Minggu (15/6/2025) pagi.

Tak sekadar senam pagi dan fun games Bu, acara ini juga menjadi ajang menyuarakan solidaritas lintas iman demi kemanusiaan. Sebanyak enam perwakilan agama Islam, Buddha, Kristen, Katolik, Hindu, dan Konghucu bersama komunitas glaukoma dan komunitas senam menyampaikan pesan : kebaikan tidak mengenal batas keyakinan. Donor kornea dipandang sebagai wujud cinta paling nyata, yang mampu memberi terang bagi mereka yang hidup dalam kegelapan.

 

Ketua panitia acara, Adam Malik, mengatakan peringatan Hari Donor Mata Sedunia 2025 RS Mata Undaan Surabaya rutin diperingati setiap tahun di institusinya. "Kegiatan ini juga diisi dengan pemeriksaan tekanan bola mata gratis peserta acara dengan petugas kesehatan yang kompeten. Pemeriksaannya dengan alat Non-kontak Tonometri tanpa menyentuh bola mata," ujarnya.

Dari acara ini, Adam Malik mengharap antusiasme masyarakat agar berkenan untuk mendonorkan kornea matanya, memenuhi kebutuhan antrean pasien kornea donor. "Kebutuhan donor kita masih kurang. Satu kornea mata bisa dipakai untuk beberapa orang, dan sangat bermanfaat bagi orang-orang yang membutuhkan," tuturnya.

 
 
Adam Malik, ketua panitia peringatan Hari Donor Mata Sedunia, CDC RS Mata Undaan Surabaya

Ibu, perlu diketahui RS Mata Undaan Surabaya sampai saat ini mencatat total 225 antrean penerima kornea donor. Sebesar 74 persennya berusia produktif. Sementara, data dari Bank Mata Indonesia (BMI) dan Perhimpunan Dokter Spesialis Mata Indonesia (PERDAMI) menunjukkan bahwa kebutuhan transplantasi kornea mencapai sekitar 2.000 hingga 3.000 kasus per tahun, namun donor kornea aktif tidak pernah melebihi 200 orang per tahun.

 
 

Pesan utama yang digaungkan dari kegiatan ini Bu, siapa pun bisa menjadi Pahlawan Cahaya hanya dengan satu keputusan mulia, yakni berbagi penglihatan setelah tiada. Karena hidup tak hanya tentang melihat, tapi tentang memberi cahaya pada mereka dalam kegelapan. 

(Roni)