twitter  
Profil  

Senin, 14 Juli 2025 | 10:36 wib
Kemendukbangga / BKKBN Jatim Soroti Urgensi “Gerakan Ayah Mengantar ke Sekolah”
 
Ilustrasi

Memperingati Hari Kependudukan Sedunia serta menguatkan kampanye nasional “Gerakan Ayah Mengantar ke Sekolah”, Kemendukbangga / BKKBN Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur menggelar forum Jagong Santai Bersama Rekan Media di Surabaya Minggu (13/7/2025).Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga/BKKBN RI, Prof. Budi Setiyono, S.Sos., M.Pol.Admin., Ph.D, bersama Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Jawa Timur, Dra. Maria Ernawati, dan sejumlah unsur pimpinan lainnya. 

Dalam diskusi ini, peran ayah dalam keluarga sangat penting dan harus lebih partisipatif. Prof Budi Setiyono menyoroti urgensi “Gerakan Ayah Mengantar ke Sekolah” sebagai simbol peran ayah yang lebih aktif dan peduli dalam tumbuh kembang anak. “Ya, jadi kami berharap dengan surat edaran dari Pak Menteri kami kepada seluruh kepala daerah dan instansi agar mengantarkan anaknya di hari pertama sekolah. Itu dimaksudkan agar kita mengingatkan kepada para ayah untuk menjadi kepala keluarga yang bertanggung jawab terhadap tumbuh-kembangnya anak masing-masing,” ungkap Prof. Budi.

 
 

Lebih lanjut ia menjelaskan bahwa kehadiran ayah di hari pertama sekolah anak sangat penting, karena memberikan rasa aman, motivasi, dan keyakinan kepada anak bahwa mereka didukung secara penuh orang tuanya. “Agar kemudian anak punya keyakinan bahwa di belakang dia itu ada seseorang yang melindungi, membimbing, mengayomi, menempuh kesulitan apa pun dalam hidup mereka, terutama juga dalam menuntut ilmu. Sehingga diharapkan mereka punya rasa percaya diri dan juga motivasi yang kuat untuk berprestasi di sekolah mereka,” tambahnya.

Terkait pertanyaan apakah program ini hanya menyasar ASN, Prof. Budi menegaskan bahwa gerakan ini berlaku universal. “Sama ya, jadi baik itu pegawai negeri maupun juga swasta kita harapkan ada kepedulian dari orang tua mereka, dari ayah-ayah itu, untuk memperhatikan tumbuh-kembang anak dan juga pendidikan anak, serta memastikan kalau orang tua itu ikut serta hadir di sekolah, mereka akan tahu bagaimana anaknya itu diberi pelajaran di sekolah, apa kesulitannya, bagaimana pergaulan anak dengan anak yang lain dan juga dengan guru-guru mereka. Lalu orang tua kemudian mengambil peran dalam menyempurnakan kekurangan yang ada,” tegasnya.

(Press release)