twitter  
Profil  

Senin, 21 Juli 2025 | 11:14 wib
Utamakan Keselamatan, Kenali Gradient Factor Gear Up & Get Ready #2
 

Sukses menggelar talk show series perdananya pada April lalu, Scuba World kembali menghadirkan Gear Up & Get Ready. Gelaran kedua talk show series seputar dunia penyelam itu berlangsung pada Jumat (18/7). Para penyelam, anggota komunitas selam, dan mahasiswa antusias mengikuti diskusi seru yang diwarnai update informasi seputar diving tersebut. Acara yang didukung Sherwood Scuba Grup-Indonesia itu berlangsung di kawasan Rungkut Industri. Sedikitnya 30 peserta dari Surabaya, Gresik, dan Malang hadir. Topik bahasan utama pada sore hingga malam hari itu adalah Gradient Factor atau GF. Tentu saja, ada bonus materi tentang Perawatan Dive Gear. 

Ryan Koesuma, instruktur selam PADI, SSI, Sidemount, Technical & Trimix dari Jakarta, menjadi keynote speaker tentang GF. Topik ini memang jarang dibahas kecuali di kalangan technical diver. Karena itulah, para peserta serius menyimak paparan Ryan. “Gradient Factor atau GF merupakan tools yang ada pada dive computer,” katanya. Dive computer yang dimaksud adalah komputer berbentuk seperti jam digital, yang biasanya digunakan penyelam untuk merencanakan dan mengontrol aktivitas penyelaman. “Ada banyak fitur di situ, salah satunya GF ini,” lanjut Ryan. 

 

Dia lantas menjelaskan secara komprehensif tentang konsep GF. “Ini parameter penting untuk mengatur tingkat konservatif pada komputer selam demi meminimalkan risiko Decompression Sickness (DCS),” terangnya. Dengan mengenal GF, para penyelam akan punya pengetahuan yang cukup untuk mengatur komputer selam mereka. Dengan demikian, mereka bisa meningkatkan keamanan selama penyelaman. Terutama, meminimalkan risiko dekompresi .

Pada sesi diskusi kedua, Dian Setiawan mengajak para peserta membahas aspek praktis yang tak kalah penting bagi para diver. Yakni, merawat dive gear. Dian yang merupakan teknisi spesialis di bidang elektronik, dive gear, dan cylinder visual inspection, membedah langkah-langkah perawatan regulator, BCD, wetsuit, dan mask. Perawatan berkala itu membuat dive gear tetap aman, awet, dan optimal saat digunakan. “Pengetahuan ini penting tidak hanya untuk keselamatan, tapi juga untuk efisiensi jangka panjang. Sebab, bagi para penyelam, perlengkapan selam adalah investasi,” tegasnya.

Diskusi berlangsung hangat dan interaktif. Para peserta tampak antusias meningkatkan literasi teknis dan praktik keselamatan menyelam. “Lewat talk show series ini, kami ingin membangun kesadaran publik tentang penyelaman yang lebih aman. Kami juga mengajak mereka melek teknologi, demi kenyamanan,” ujar Fifin Maidarina, instruktur selam Scuba World Dive Center, yang malam itu menjadi penanggung jawab diskusi. Dia menambahkan bahwa talk show series bertajuk Gear Up & Get Ready itu akan terus berlanjut. “Ini menjadi forum edukatif bagi para penyelam untuk terus belajar, berbagi pengalaman, dan menjaga keselamatan di bawah laut,” pungkasnya.

 

Scuba World Dive Center merupakan one stop service untuk urusan diving di Surabaya. Beragam dive gear tersedia di sana. Demikian pula layanan service dan cylinder hydrostatic test yang berlisensi dan diakui oleh US DOT (United States Department of Transportation). Di Indonesia, hanya ada tiga tempat yang mengantongi lisensi tersebut. Salah satunya, Scuba World. Mereka memiliki program kursus selam untuk umum bernama Sekolah Selam Indonesia. Selain itu, Scuba World juga menyediakan layanan trip selam di Indonesia. Khusus untuk trip selam tersebut, Scuba World berafialiasi dengan Dive Wonderful Indonesia.

Didukung tenaga pengajar profesional dan peralatan dari Sherwood Scuba Group yang dirawat berkala, Scuba World adalah paket lengkap dan layanan terbaik kebutuhan diving semua kalangan. Dive gear yang disewakan Scuba World rutin mendapatkan maintenance tiap enam bulan sekali dan usia pemakaiannya tidak pernah lebih dari dua tahun. 

(Yosan)