Abon Jadi Nilai Tambah Budidaya Ikan Lele Warga Ketintang
|
Ibu, warga Kota Surabaya tak hanya sudah familiar memanfaatkan lahan di perkampungan dengan pertanian hidroponik, tetapi juga rupanya merambah ke sektor perikanan berupa kolam budidaya ikan lele. Seperti yang sedang dikembangkan warga RW 04 Ketintang Wiyata, Kelurahan Ketintang, Kecamatan Gayungan, yang saat ini sedang mengelola sebanyak total 20 kolam ikan lele.
Dikatakan Ketua RW setempat, Andreadi Fitrianto, sekitar 300 kilogram ikan lele segar disetiap panennya. Ketika dibeli oleh pengepul sebesar Rp20.000 per kilogramnya, total omzetnya mencapai kisaran lima juta rupiah per panen sebagai pemasukan untuk kas RW.
|
"Mulai awal 2023 kita dapat sumbangan dari Pemerintah Kota Surabaya berupa kolam ikan lele. Awalnya kita mendapat (bantuan) empat kolam dan bibit ikan, lalu kita membuat kelompok tani perkotaan namanya Cah Angon. Kementerian Kelautan Perikanan meminta kita untuk segera membentuk kelompok perikanan. Di Cah Angon, kita tidak hanya (budidaya) ikan lele saja, tapi punya (hasil) tomat segar. Bayam hidroponik juga ada," tutur Andre, panggilan akrabnya.
Tak hanya puas dengan capaian itu Bu, kini lingkungan RW 04 menjajaki nilai tambah hasil budidaya ikan dengan membuat abon lele. Ikhtiar ini dibantu oleh sekelompok mahasiswa KKN (Kuliah Kerja Nyata) Tematik dari UPN Veteran Jawa Timur (UPN-VJT). Setelah sempat menempuh trial and error dalam proses pembuatan abon, membuat kemasan dan label, akhirnya hasil olahan abon lele itu dipresentasikan kepada ibu-ibu warga di Balai RW setempat, pada Sabtu (19/7/2025).
|
|
"Saya nggak nyangka hasilnya bisa menjadi seenak ini. Mereka menghitungkan nilai produksi dan nilai jualnya masuk akal, yaitu 36 ribu rupiah per 100 gramnya. Nantinya abon akan diolah warga dan mahasiswa membantu memasukkannya di e-commerce. Mereka sudah membuatkan website produk kita. Kita juga akan menjajaki membuat frozen food marinasi ikan lele. Untuk jualan abon yang offline, harapan saya nantinya, kita terus dibantu dibina Pemkot Surabaya mengkoneksikannya dengan minimarket-minimarket. Minimal di sekitar daerah Ketintang dulu lah," kata Andre yang juga alumnus Universitas Gadjah Mada (UGM) ini.
Mendapat apresiasi positif dari Andre selaku pengurus RW, Samuel Julian Sinaga, Ketua Kelompok 118 Mahasiswa KKN Tematik UPN-VJT, mengaku senang, Bu, bisa bersinergi dengan warga Ketintang Wiyata. "Dengan support dari Pak RW, kita ingin membuat kreasi-kreasi baru lainnya sehingga bisa membantu memajukan UMKM di sini. Website sudah kita buat. Kita juga siap membuatkan akun media sosialnya supaya kita bisa menjual ke market place di Shopee, Tokopedia, dan lain-lain," pungkas mahasiswa program studi Teknologi Pangan ini.
|
(Roni)





