twitter  
Profil  

Rabu, 23 Juli 2025 | 12:27 wib
Bersiap! Pameran Wisata Kesehatan Lengkap Hadir di Surabaya
 

International Medical Wellness Tourism Expo & IVF Festival (IMWTE & IVF Festival) 2025 akan diselenggarakan pertama kalinya di Surabaya pada tanggal 26-27 Juli 2025 di Grand City Convention & Exhibition Surabaya. IMWTE & IVF Festival 2025 mengusung tema “Connecting Care Beyond Borders” dan bertujuan memperkuat kolaborasi lintas sektor untuk memajukan wisata medis dan fertilitas di Indonesia.

Danny Ramdani Sultoni, Presiden Direktur PT Matahari Interkreasi mengatakan pentingnya festival ini sebagai wadah untuk mempertemukan seluruh pemangku kepentingan di bidang kesehatan dengan masyarakat luas.“IMWTE & IVF Festival 2025 adalah sarana penting untuk meningkatkan kompetensi insan kesehatan dan mempertemukan seluruh stakeholder—rumah sakit, klinik, travel agent, praktisi kesehatan—dengan masyarakat. Dengan dukungan berbagai pihak, kami ingin membangun kepercayaan bahwa layanan kesehatan Indonesia dengan biaya transparan, terjangkau, dan terjamin, dapat menjadi kunci pertumbuhan wisata medis nasional serta membawa Indonesia sebagai pusat medical wellness dan fertilitas di Asia Tenggara,” kata Danny saat kami temui Selasa (22/7).

Festival ini didukung oleh Kementerian Kesehatan RI serta menghadirkan lebih dari 80 stan pameran yang didominasi pelaku industri kesehatan dalam negeri, seperti rumah sakit, klinik, agen perjalanan, dan penyedia layanan fertilitas. Ditargetkan kehadiran 10.000 pengunjung dari berbagai kalangan, mulai dari masyarakat umum, tenaga kesehatan, hingga pelaku industri wisata medis.

Dr. Niko Azhari Hidayat, SpBTKV., SubspVE(K)-FIHA, CEO Medical Tourism Indonesia menambahkan alasan Surabaya dipilih sebagai lokasi acara karena merupakan pusat ekonomi Jawa Timur. Potensi pasar wisata medis di Surabaya sangat besar, mengingat tingginya jumlah masyarakat yang masih memilih berobat ke luar negeri.Investasi di Jawa Timur. “Surabaya sudah dua kali menggelar program IVF dan kini menjadi salah satu dari empat lini utama medical tourism di kota ini, khususnya di bidang bayi tabung yang terus dikembangkan,” kata dr Niko.

Sementara ketua IDI Jawa Timur, Dr. dr. Sutrisno, SpOG (K), menceritakan bahwa layanan kesehatan di Indonesia sebenarnya sudah sangat baik, hanya perlu strategi pemasaran yang tepat agar semakin dikenal dan diminati masyarakat.“Layanan kesehatan di Indonesia itu luar biasa, tinggal bagaimana cara memasarkan agar layak dilihat dan dikunjungi,” kata dr Tris.

Selain pameran, pengunjung juga dapat mengikuti berbagai kegiatan seperti simposium medis, seminar kebugaran, kelas yoga, hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Salah satu daya tarik utama acara ini adalah kesempatan meraih Grand Prize berupa program bayi tabung (IVF) gratis dari Smart Fertility. 

IMWTE & IVF Festival 2025 diharapkan dapat menjadi momentum penting untuk memperkuat ekosistem wisata medis nasional serta meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan dalam negeri. Dengan jumlah penduduk Surabaya yang mencapai dua juta jiwa, Indonesia diyakini memiliki potensi besar untuk menjadi destinasi utama wisata medis di kawasan Asia Tenggara.

(Yosan)