twitter  
Profil  

Sabtu, 02 Agustus 2025 | 09:37 wib
Tiga Celebrity Chef Ini Berikan Tips Sukses di Dunia Kuliner, Ada yang Dari Korea!
 

Kompetisi memasak yang mengusung semangat diplomasi budaya melalui gastronomi Indonesia dan Korea, bertajuk Bibigo Sages Young Chef Competition 2025, sukses digelar Akademi Sages bertempat di K Gallery Hotel Pandaan Desa Durensewu KM No.3 Klagen Pandaan – Pasuruan, selama tiga hari 29-31 Juli 2025.Kegiatan yang terselenggara bersama Bibigo Cheil Jedang diikuti puluhan peserta dari berbagai daerah yang sudah di seleksi sejak bulan Juli dan selama tiga hari berkompetisi untuk meraih jawara dengan hadiah utama tour kuliner ke Korea.

Masih dalam rangkaian lomba juga dihadirkan talk show yang menghadirkan tiga celebrity chef papan atas, sekaligus juri di kompetisi ini, di antaranya Chef Vindex Tengker, Chef Rinrin Marinka dan Chef Chan Hyuk Jun. Chef Marinka di depan peserta lomba mengingatkan jika sedari awal jangan terburu-buru ingin menjadi celebrity chef. “Yang penting dalami skill-nya dulu,” ingatnya. Menurutnya menjadi public figure tidak mudah karena harus siap menjadi konsumsi publik, selain itu menjadi celebrity chef tidak hanya kemampuan memasak saja, namun harus ditunjang pula dengan kemampuan public speaking yang mumpuni.Pada dasarnya, kata Chef Marinka dibidang apapun harus dimulai dari rasa penasaran lalu rasa cinta, dan ketekunan. “Secinta-cintanya pada sesuatu pasti ada jenuhnya, harusnya lebih besar rasa penasarannya,” ujarnya. 

Perkembangan teknologi juga disorot oleh Chef Vindex yang menganggap teknologi bisa jadi ancaman sekaligus membantu meringankan pekerjaan. Contohnya seperti kompor gas, pressure cooker yang membuat masakan jadi lebih mudah dan cepat. “Pasti ada perubahan untuk kemajuan, sekarang ada AI dan robotik. Di USA dan Jepang sudah dipakai robot untuk membantu manusia. Keunggulannya mulai improve skill, akurasi, juga safety, “terang Chef Vindex. Bantuan robotik sangat besar untuk menghindari terkena panas, maupun risiko kecelakaan karena memotong, karena terkadang manusia ada faktor kelelahan sedangkan robot kerja tanpa komplain. “Banyak orang melihat itu sebagai keuntungan,  investasi mahal  tapi konsisten. Kalau manusia khan,kadang ada ijin, sakit dan terkadang disertai macam-macam alasan,” lanjutnya. 

 
 

Meskipun robot dapat membuat ratusan porsi dalam sekejap, Vindex mengingatkan jika semuanya itu yang menggerakan adalah “human brain”, namun seperti semua mesin, semuanya perlu ada perawatan. “Sering terjadi baru beberapa bulan saja alatnya sudah rusak, itu karena kita tidak merawatnya dengan baik,” jelasnya. Chef Vindex juga menyorot tentang kaum muda yang tertarik jadi business owner ketimbang berkarier di dunia professional. “Semua orang pasti usaha inginnya jalan terus, kalau jadi business owner harus siap, karena kadang tidak ada waktu untuk istirahat layaknya orang yang bekerja di hotel,” kata Vindex yang sudah puluhan tahun malang melintang di dunia perhotelan. 

Sementara itu Chef Chan Hyuk Jun, chef asal Korea memberikan tipsnya bagi yang siswa yang menempuh sekolah masak dan berencana membuka restoran fine dining. Chef Chan menyarankan untuk mencari pengalaman dengan bekerja terlebih dahulu. “Saya pernah menanyakan kepada 40 para siswa, apakah setelah lulus ingin berkarir di hotel atau ke luar negeri untuk bekerja? Tapi semuanya rata-rata menjawab ingin membuka kafe atau bisnis sendiri. Percayalah jangan membuang uang dan waktumu karena jalannya tidak mudah,”ingatnya. Chef yang mempunyai restoran di Bandung ini lebih menyarankan bagi yang baru lulus sekolah atau belum punya pengalaman cukup di suatu bidang bisnis makanan, maka lebih baik kerja dulu ikut orang lain karena ini membantu membangun fondasi yang kuat sebelum terjun ke dunia bisnis mandiri.

(Manda)