Museum SBY*ANI di Pacitan Kenalkan Panel Surya Sebagai Sarana Edukatif & Energi Ramah Lingkungan
|
Museum & Galeri SBY*ANI di Pacitan, Jawa Timur baru saja meresmikan berfungsinya Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) Atap. Proyek ini merupakan hasil kolaborasi dengan PT Dian Swastatika Sentosa Tbk, bagian dari pilar energi dan infrastruktur Sinar Mas, melalui anak perusahaannya PT Daya Mas Agra Sejahtera (Dian Solar).
Berkapasitas 239,2 kWp dengan total 416 panel surya terpasang, yang mampu memproduksi 328.000 kWh energi bersih per tahun, setara pengurangan emisi karbon sebesar 262 ton CO₂ atau manfaat ekologis seperti menanam hampir 12.000 pohon setiap tahun.
|
Ossy Dermawan, Wakil Menteri ATR/BPN sekaligus Direktur Eksekutif Museum SBY*ANI menjelaskan bahwa inisiatif ini sebagai wujud konkret peran museum di tengah krisis iklim. “Museum sebagai institusi publik harus relevan dengan tantangan zaman, salah satunya isu perubahan iklim,” kata Ossy.
Ossy mengatakan kemitraan ini juga menjadi wujud dari implementasi misi pemerintahan saat ini, Asta Cita, yang menempatkan transisi energi dan ketahanan energi nasional sebagai pilar utama pembangunan jangka panjang.
“Dengan kontribusi energi hijau dari satu institusi seperti museum ini, Indonesia membuktikan bahwa visi Asta Cita bukan sekadar wacana, tetapi dapat direalisasikan melalui kolaborasi konkret dan penerapan teknologi yang relevan di tingkat lokal. Ketahanan energi dibangun dari bawah, dari inisiatif-inisiatif yang berakar di masyarakat,” kata Ossy.
|
Peresmian berlangsung di Auditorium Museum & Galeri SBY*ANI, Pacitan, Jawa Timur pada Jumat, 8 Agustus 2025. Emil Elestianto Dardak, Wakil Gubernur Jawa Timur yang turut hadir menilai proyek ini sebagai lompatan penting dalam transisi energi bersih. “Museum ini membawa kapasitas PLTS Atap yang besar dan bisa jadi inspirasi, apalagi Pacitan juga dikenal sebagai destinasi ekowisata,” kata Emil.
|
Gisella Lesmana, CEO Dian Solar menambahkan jika pendekatan yang mereka usung tidak hanya teknis, tapi juga edukatif. “Kami ingin PLTS tidak hanya hadir di industri, tapi juga di ruang publik, agar bisa membangun kesadaran kolektif masyarakat,” jelas Gissela.
Tak hanya soal manfaat lingkungan, PLTS Atap ini akan menjadi bagian dari tur edukatif di dalam museum. Pengunjung dapat belajar langsung tentang cara kerja panel surya hingga kontribusinya bagi masa depan bumi.
Dengan peresmian ini, Sinar Mas melalui DSSA dan Dian Solar menegaskan perannya dalam mendukung peta jalan energi bersih nasional. Melalui penerapan teknologi, kemitraan strategis, dan pelibatan masyarakat, proyek ini menjadi contoh nyata sinergi antara inovasi, pelestarian warisan budaya, dan keberlanjutan lingkungan.
(Yosan)




