International Cultural Festival UNESA Hadirkan Kebudayaan dari 21 Negara Dalam Satu Panggung
|
Merasakan budaya dari berbagai negara kini tak perlu jauh-jauh ke luar negeri. Terbukti Universitas Negeri Surabaya (UNESA) melalui Direktorat Urusan Internasional (KUI) atau Office of International Affairs (OIA) kembali menggelar International Cultural Festival (ICF) di Graha Sawunggaling, Kampus Lidah Wetan, pada Jumat (3/10/2025).
Acara yang telah memasuki tahun ketiga ini mengusung tema “Harmony for Peace and Equality.” Lebih dari 600 peserta dari kalangan mahasiswa dan pelajar turut memeriahkan kegiatan yang melibatkan mahasiswa dari 21 negara.
|
Beragam penampilan khas negara peserta tampil memukau di atas panggung, mulai dari pertunjukan seni, permainan interaktif bertema budaya, hingga fashion show dengan busana tradisional masing-masing negara. Suasana semakin semarak ketika pengunjung diajak ikut serta dalam permainan menebak budaya dari berbagai negara, menambah kesan edukatif sekaligus menghibur.
Salah satu peserta asal India, Manshi, mahasiswa internasional dari Universitas Wijaya Kusuma Surabaya, mengungkapkan bahwa ICF menjadi ajang positif yang mampu mempertemukan beragam budaya dunia dalam satu panggung.
“ICF merupakan wadah yang sangat baik untuk mempersatukan budaya dari berbagai negara. Setiap negara dapat merepresentasikan identitasnya masing-masing, dan kami sebagai mahasiswa internasional juga banyak belajar tentang budaya Indonesia melalui acara ini,” ungkap Manshi.
|
Tak hanya di dalam gedung, area luar Graha Sawunggaling juga dipenuhi tenant mahasiswa yang menampilkan beragam produk dan kreativitas. Tidak hanya kuliner, terdapat pula booth tata rias yang menjadi favorit pengunjung. Di sini, para tamu dapat merias wajah dengan sentuhan seni lukis, menambah keseruan festival yang penuh warna dan nuansa lintas budaya.
Sementara itu, Olivia, mahasiswa UNESA yang turut hadir, mengaku ICF menjadi salah satu acara yang paling ditunggu setiap tahun. “Melalui ICF, saya bisa mengenal budaya-budaya dari berbagai negara. Ini kali kedua saya datang, karena selalu seru melihat teman-teman internasional menampilkan ciri khas negaranya,” ungkapnya.
ICF juga turut dihadiri oleh jajaran perwakilan kedutaan besar dari berbagai negara, di antaranya Christine Bui (Australia Consulate General Surabaya), Manoj Bhat (Honorary Consul of the Republic of India in Surabaya), Yuvencia Yunita (Western Sydney University), Kim Seung Kwan (King Sejong Institute), serta Vincent Padare (Institut Français Indonesia).
|
|
(Alfi)





