twitter  
Profil  

Sabtu, 17 Januari 2026 | 08:18 wib
Tur Album Raissa Anggiani di Surabaya : “Kepada, Yang Terhormat”
 
 

Ibu, penyanyi dan penulis lagu Raissa Anggiani melanjutkan rangkaian tur album perdananya "Kepada, Yang Terhormat" dengan menyapa penikmat musik di Surabaya. Tur yang digelar pada Selasa (13/1/2026) malam di Xperia Collaborative Space ini menjadi titik keempat dalam rangkaian tur pertamanya di pulau Jawa bersama Poppin Creator dan Sony Music Entertainment Indonesia.

Raissa mengungkapkan, Surabaya dipilih bukan tanpa alasan. Kota Pahlawan dianggap memiliki kedekatan emosional baginya.

 

“Ini adalah rangkaian tur Jawa yang sebelumnya belum pernah aku lakukan. Menurutku akan lebih ideal kalau kita ke tempat yang familiar. Aku beberapa kali ke Surabaya dan selalu menyenangkan. Jadi rasanya cocok,” tukas pemudi berusia menjelang 22 tahun ini semangat.

Album Kepada, Yang Terhormat sendiri berisi 11 track, terdiri dari sembilan lagu dan dua track narasi puisi. Raissa yang akrab dipanggil Rai menjelaskan, album ini dikonsepkan seperti kumpulan surat. 

“Sesuai judulnya, ini berisikan pesan-pesan atau surat-surat yang sifatnya personal. Tapi pada akhirnya, keseluruhan album ini sebenarnya ditujukan kepada diri sendiri. Untuk lebih memahami apa yang dirasakan,” tutur Rai.

Keputusan memasukkan dua track puisi bukan tanpa pertimbangan. Selain karena kecintaannya pada puisi, Rai merasa narasi verbal membantu penikmat musiknya memahami konteks cerita secara lebih utuh.

“Kalau cuma lagu, mungkin narasinya nggak akan sejelas itu. Di puisi ada dialog dan percakapan di ending-nya, jadi pendengar bisa membayangkan peristiwanya,” beber putri sulung dari pasangan Rommy Sulastyo dan Winur Wulan Miranti ini.

Untuk lagu yang paling berkesan dalam proses produksinya, Raissa menyebut Baik, Aku Mundur Pelan-pelan. Lagu tersebut telah ia tulis sejak dua tahun lalu, namun baru diproduksi belakangan.

“Awalnya cuma sepenggal, lalu kami penuhi. Produsernya Farrel Cahyono dan Arash Buana. Dinamikanya banyak dan aku belajar menemukan warna baru,” tuturnya.

Dalam album ini, Raissa juga melakukan eksplorasi aransemen musik, mulai dari nuansa bossa nova hingga format band penuh. Menurut dia, album ini menjadi ruang eksplorasi yang lebih luas dibanding karya-karya sebelumnya. 

Ketika kami mengikuti sepanjang performa berlangsung, lagu-lagu puitis dan mendayu-dayu meluncur bersama aransemen elegan dan sound system nyaman di telinga. Rai sendiri di malam itu tampil sangat interaktif dengan penonton. Dia berdandan manis minimalis, mengenakan cosplay gaun-gaun favoritnya yang indah.

 
 

Ibu, dalam sesi meet and greet tur album ini, Raissa juga menyinggung keinginannya menerbitkan buku. Meski belum terealisasi, ia menyebut menulis buku adalah satu cita-citanya. 

 
 

“Masih dalam doa. Aku ingin mengumpulkan tulisan-tulisan dan semoga suatu saat bisa jadi buku,” katanya di hadapan awak media.

Menariknya Bu, proses penulisan album ini berjalan beriringan dengan penyelesaian studi kuliahnya selama 2025 lalu. Raissa mengakui tantangan terbesarnya adalah membagi waktu dan menyatukan banyak kepala dalam proses produksi. 

“Skripsi aku juga tentang musik, jadi sekalian belajar industri musik. Tantangannya lebih ke sinkronisasi dan menurunkan ego, tapi karena musik adalah passion, semuanya terasa menyenangkan,” tandas alumnus cumlaude Ilmu Komunikasi Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta ini.

Ke depan, Rai berharap semua lagu dari albumnya dapat menemani lebih banyak pendengar. 

“Banyak perasaan yang aku tuangkan di album ini. Semoga banyak yang terwakili, merasa ditemani, dan menemukan damai pada akhirnya,” ucapnya.

Perlu Ibu ketahui, album Kepada, Yang Terhormat diproduksi dalam waktu satu tahun sejak memasuki tahap produksi. Proses ini menjadi tonggak penting perjalanan musikal Raissa Anggiani sebagai musisi solo.

Konsep acara tur album dibuat menarik Bu. Sebelum menuju panggung musik, penonton diajak melewati tiga ruangan mungil artistik. Yang ditampilkan adalah sebagian pernik dari kamar Raissa, antara lain buku-buku koleksinya, puisi-puisi tulisan tangan, serta foto-fotonya bersama orang-orang terkasih. 

 

(Roni)