twitter  
Profil  

Kamis, 15 Januari 2026 | 13:47 wib
Re Imagine APPMI Munculkan Tren Fashion 2026
 

Momentum kebangkitan industri mode Jawa Timur sekaligus ajang perkenalan tren fashion 2026 baru saja diselenggarakan oleh Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) Jawa Timur. Dalam acara tersebut diikuti oleh 16 designer yang memamerkan karyanya dalam show APPMI Jatim East Java Fashion Tendance yang digelar di Ciputra World Surabaya, Rabu (14/1/2026).

Deni Juwardi Penasihat APPMI Jawa Timur dalam konferensi presnya menjelaskan gelaran ini bertujuan menciptakan sekaligus memperkenalkan arah tren mode tahun 2026, khususnya bagi pelaku dan pecinta fashion di Jawa Timur.

“Event ini kami selenggarakan untuk membangkitkan kembali industri fashion sekaligus menciptakan tren mode 2026. Apalagi setelah pandemi Covid-19, kegiatan ini baru kedua kalinya kami gelar kembali,” kata Deni.

 
 

Acara yang mengusung tema “Re Imagine” ini, kata Deni merepresentasikan semangat membayangkan ulang konsep fashion dengan pendekatan baru yang lebih inovatif dan relevan dengan perkembangan zaman.

“Tema Re Imagine diambil dari konsep angan-angan yang diwujudkan dalam karya mode dengan sentuhan modern dan berkelanjutan. Re imagine dalam konteks fashion berarti menciptakan kembali dan membayangkan ulang konsep yang sudah ada dengan cara baru dan inovatif, menggunakan material yang tidak biasa maupun bahan yang lebih sustainable,” kata Deni.

Sebanyak 16 desainer yang terlibat dalam ajang ini antara lain Yeny Ries, Wiwied Mayasari, Gita Orlin, Lilik, Riris, Safana, Ulfa, Lia Afif, Aura Afilia, Dahayu, Belahasura, Nia Roy’s, YAB Khurin, Yussy Martha, Elok Re Napio Khayae, dan Melia Wijaya. Seluruh koleksi ditampilkan dalam dua sesi peragaan busana.

 

Desainer Safana misalnya, yang baru pertama kali tampil bersama APPMI dengan menampilkan koleksi Blue Althea, bunga yang berwarna biru. “Ada 12 looks Raya Series, sepuluh busana perempuan dan dua busana laki-laki. Motif bordir kombinasi bisa digunakan acara sehari-hari hingga semi formal,” kata Safana.

 
 

Sementara tak ketinggalan desainer Gita Orlin yang mengeluarkan karya yang terinspirasi dari motif damas dan tenun. “Padu padan sentuhan Indonesia dan Eropa untuk koleksi spesial Raya Series. Ada 12 looks ia kenalkan. Mulai outer, inner, dengan cutting seperti loose dan baby doll,” kata Gita.

 
 

Melalui perhelatan ini, APPMI Jawa Timur berharap dapat meningkatkan kreativitas para perancang, khususnya dalam aspek promosi, penjualan, hingga kemampuan negosiasi di industri fashion. Melalui fashion show ini pun nantinya dapat menjadi acuan tren mode 2026 dan menjadi bagian dari kebangkitan industri fashion saat ini.

(Yosan)