twitter  
Profil  

Sabtu, 18 April 2026 | 11:49 wib
Strategi Lebih Inovatif Kunci Marketing Kesehatan Pikat Gen Z
 

Ada banyak tantangan marketing disetiap generasi yang ada saat ini, tak terkecuali marketing dibidang kesehatan. Menariknya, strategi yang dilakukan harus menyesuaikan karakter masing - masing generasi, misalnya sekarang ini adalah milenial dan gen Z yang memiliki karakter lebih aktif di media sosial, menyukai tempat estetik dan bisa bekerja dimana saja. Karakter inilah yang harus dipahami untuk menarik mereka.

Dokter Martha M. L. Siahaan, S.H, MARS, M.H.Kes selaku Plh. Direktur Utama RS Kemenkes Surabaya, saat kami temui dalam acara Halal Bihalal Healthcare Marketing Club di Auditorium Heritage RS Kemenkes Surabaya, pada Jumat 17 April 2026, menjelaskan jika survei perlu dilakukan untuk mengetahui ketertarikan mereka agar tidak segan datang ke rumah sakit maupun tempat pelayanan kesehatan.

 

"Saya juga berusaha bikin survei, anak-anak millennial sama gen Z tuh kepinginnya rumah sakit kayak apa sih, gitu. Nah saya bikin lah, harus wangi, ada kembang-kembang, mereka bisa nongkrong, bisa zoom meeting juga, pokoknya rumah sakit harus bisa sebagai tempat mereka untuk berobat, cek kesehatan, tapi juga tempat buat nongki-nya mereka," kata dr. Martha.

Menurut dokter Martha, meskipun generasi milenial dan gen Z lebih menyukai digital seperti media sosial, namun tak dipungkiri pihaknya jika di Surabaya ini untuk generasi yang lebih senior masih memanfaatkan cetak. Membuatnya tidak menutup akses promosi yang lebih konvensional seperti membuat pamflet, poster, media souvenir seperti kipas tangan dan botol minum.

"Sekitar 20% saya masih ngeluarin cetakan untuk yang lansia. Kalau di Surabaya pun masih ada koran, dan yang cetak-cetak. Jadi kita suka tuh kalau acara ini kita masukin, terus kita bikin kipas. Kipas tapi disitunya ada tulisan edukasinya sesuai tema acara misalnya tentang maternity, tulang dan lainnya. Tumblr juga misalnya, Ibu jangan lupa ya minum yang banyak ya, gitu. Jadi kalau kita kasih souvenir, kita kasih nasehat juga. Strateginya begitu ya, mendekatannya lebih inovatif ya. Pokoknya yang mendekat kepada kehidupan mereka," kata Martha.

Dalam cara Halal Bihalal Healthcare Marketing Club yang dihadiri puluhan marketing rumah sakit dan layanan kesehatan se-Jawa Timur ini juga, dokter Martha mengaku senang dan bangga karena ada wadah yang bisa digunakan untuk saling berdiskusi dan mendukung satu sama lain.

 

"Saya senang kita punya perhimpunan marketing sejauh timur kan ini. Karena dengan kita berkolaborasi kita sama-sama menggaungkan layanan kesehatan yang ada di Jawa Timur agar orang Indonesia terinfo supaya tidak bolak - balik berobat ke luar negeri. Negara besar, negara maju. Kalau bukan kita yang majuin negara kita sendiri lalu siapa mas? Ada nggak di Indonesia ini pelayanan kesehatan yang harus diperbaiki? Jawabannya ada. Tapi yang perbaikin, ya harus kita sendiri. Jangan kerjanya kita menghina terus. Ya perbaikin. Ayo kita perbaikin sama-sama," pungkas dr. Martha.

(Yosan)