twitter  
Profil  

Rabu, 19 Agustus 2026 | 13:32 wib
Momentum Kemerdekaan RI, Angklung Jadi Pemersatu Keberagaman Budaya
 
 

Momentum peringatan hari kemerdekaan RI ke 81 Tahun dirayakan dengan berbagai kegiatan positif terlebih untuk mengenal budaya, tradisi, dan kuliner nusantara. Salah satu kegiatan menarik misalnya, Serambi Nusantara yang diselenggarakan oleh Tunjungan Plaza Surabaya, pada Jum'at, 14 Agustus 2026 yang menampilkan berbagai budaya dan keanekaragaman Indonesia. 

“Acara yang mengenalkan kita berbagai budaya dan keanekaragaman Indonesia. kekayaan yang di punya oleh Indonesia, mulai dari makanan, tarian traditional, dan musik traditional,” kata Wandra selaku Event Promotion Tunjungan Plaza Surabaya. 

Salah satu penampilan menarik dalam event tersebut adalah penampilan angklung yang diikuti puluhan Angklungers yang terdiri dari beberapa komunitas dengan pakaian adat nusantara. 

Menurut Wandra, ada alasan memilih angklung untuk menjadi salah satu penampil di acara Serambi Nusantara, angklung dinilai menjadi musik tradisional yang haris dilestarikan.

“Kita memilih angklung karena kita berpendapat bahwa angklung alat musik yang harus di banggakan dan mudah untuk digunakan mulai dari muda sampai yang tua, karena kalau mudah digunakan maka kita tidak akan meninggalkan alat musik tersebut. Berharap selalu di lestarikan dan di banggakan bahkan baik untuk di bawa sampai mancanegara,” kata Wandra. 

 

Puluhan Angklungers yang mayoritas ibu-ibu tersebut, tampil memukau dengan arahan Ibu Prihyanti Lumbanraja atau yang akrab disapa Coach Yanti, mereka membawakan lagu-lagu daerah lengkap dengan baju adat nusantara dari berbagai daerah. 

“Jadi kita semua kan wearing dari sabang sampai merauke. Pertama itu ya. Kedua, penampilannya kan tadi ada beberapa lagu perjuangan ya, lagu nasional. Terus ada lagu hiburan juga,” kata Coach Yanti.

Tidak hanya tampil dengan kekompakan dan harmonisasi yang indah, Angklungers juga mengajak para penonton juga ikut bermain angklung on the spot dengan arahan coach Yanti. 

 
 

“Angklung On The Spot itu para penonton diajak langsung bermain angklung dengan coaching 5 menit. Dan mereka bisa langsung memainkan satu lagu. Dan itu terbukti tadi mereka bisa memainkan satu lagu dengan baik hanya dengan coaching 5 menit. Iya, jadi bisa dilihat tadi mereka antusias banget main angklungnya gitu ya,” kata Coach Yanti. 

Coach Yanti berpendapat bahwa angklung dapat lebih dikenal oleh generasi muda jika dimainkan dengan lagu - lagu modern yang mereka sukai. Ia pun berharap generasi muda bisa lebih mencintai budaya sendiri karena tidak kalah menarik dari budaya luar negeri.

“Jadi kalau mungkin angklung ini disosialisasikan ke anak-anak muda dengan lagu-lagu yang mereka senang. Pasti mereka juga akan suka. Jadi saya sebenarnya pengen mengajari anak-anak muda itu untuk mencintai budayanya sendiri. Budaya yang luar biasa banget, tidak kalah hebatnya dari budaya-budaya luar. Saya punya harapan bahwa dengan anak-anak muda mencintai budayanya, maka ini akan mengangkat budaya asli kita,” pungkas Yanti.

Uniknya Angklungers kali ini ada satu bule perempuan asal Belanda, Medelief yang baru berusia 17 tahun. Ia mengaku menyukai angklung meski baru mengenal dan mempelajarinya selama 10 hari terakhir.

 

“Saya baru mengenal angklung, dan mempelajarinya selama 10 hari, sangat menyenangkan memainkan ini,” ujar Madelief.

(Yosan)